Dari Bundaran HI ke Gedung Tikala

MANADO-Unjuk rasa ribuan buruh di bundaran Hotel Indonesia (HI)  nyaris tanpa greget  atau hanya sekedar ajang kumpul massa seandainya Benny Parasan tak muncul.  Kebetulan menginap di hotel yang dibangun di era Presiden Soekarno itu, Benny kemudian membaur masuk dalam barisan pengunjuk rasa  tersebut.  Mengetahui sang koordinator aksi berhalangan,  dia tampil di muka dan berorasi

Beny tidak memposisikan buruh sebagai agitator,  pun tidak mengajak  demonstran  menentang kebijakan pemerintahan dan pengusaha. Dia hanya menyodorkan fakta soal hidup buruh yang rata-rata memprihatinkan dan berharap masalah ini menjadi perhatian bersama.  Benny juga sukses merekatkan persatuan buruh yang datang dari berbagai wilayah terdekat seperti Bogor, Bekasi dan Tangerang.

Kisah Benny Parasan membius  ribuan massa buruh tersebut terjadi l15 tahun lalu.  Kisah ini pula yang memunculkan spirit  mantan  Ketua Kerukunan Basis   Sopir Kota Manado itu  maju mengabdikan diri untuk kepentingann orang banyak dengan terjun di panggung politik.

“Usai berorasi, seorang jurnalis  menyarankan Pak Benny  untuk bertarung memperebutkan kursi di lembaga legislatif.  Kata jurnalis tersebut, perjuangan buruh akan membuahkan hasil kalau ada  orang seperti Pak Benny masuk dalam sistem. Boleh jadi karena hasutan wartawan tersebut, beliau akhirnya mengambil keputusan berkiprah di dunia politik,”  komentar Franky  Sultan,  dosen di salah satu perguruan tingg swasta di Jakarta.

Beny setelah itu memang langsung turun gelanggang politik. Dia menerma pinangan Partai Damai Sejahtera (PDS) dan langsung didapuk sebagai Ketua DPC  Manado periode 2004-2009.  Dasar punya jejaring  yang bagus, disenangi masyarakat dan punya pengalaman berorganisasi,  Benny sukses membawa PDS sejajar dengan partai besar lainnya di Manado. Selain meloloskan beberapa kadernya duduk di DPRD Manado, Benny juga berhasil merebut tampuk pimpinan Komisi A.

Politisi yang rutin main futsal ini mengulang sukses yang sama pada periode 2009-2014 dengan kembali terpilih sebagai anggota legislatif Manado dan menjadi pimpinan Komisi C . Ketika PDS di pusat dinyatakan tak lolos verivikasi, pria asal Toraja Barat ini melakukan lompatan bergabung dengan Gerindra.  Lagi-lagi dia lolos ke  lembaga legislatif. Berarti sudah tiga periode, Benny mewarnaii pembangunan di Manado melalui kiprahnya di lembaga legislatif.  “Saya ingin terus mengabdikan diri untuk kepentingan orang banyak,”  kata Benny. (mm/am/gn)

 

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.