Warga Desa Laikit Digegerkan dengan Penemuan Mayat Bocah 3 Tahun dalam Selokan

Minut, Golden News – Warga masyarakat Desa Laikit Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara digegerkan dengan penemuan mayat Balita diselokan Kompleks lorong Maloy Jaga VI, Jumat (11/05/2018) sore tadi.

Balita bernama Aldino Noya (3) ditemukan warga dengan posisi terlentang yang tersangkut pelepah kelapa didalam selokan dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

Dari informasi yang berhasil dirangkum,korban pertama kali ditemukan oleh seorang ibu bernama Dintje Wagiu (57) yang saat itu baru pulang dari melayat duka.

Betapa kagetnya Dintje saat melihat ada sesosok mayat anak kecil yang terlentang tak berpakaian (telanjang) tersangkut kayu, dipikirnya bahwa mayat tersebut hanya sebuah boneka.

Didepan TKP ada sebuah warung kecil, dengan maksud hendak memberitahukan ke warga bahwa ada mayat anak kecil didalam selokan, sempat berteriak, tiba-tiba Dintje tak sadarkan diri dikarenakan shok melihat mayat tersebut.

Orang tua korban yang bernama Roland Noya yang tinggal di Lorong Koka Jaga VII saat dikonfirmasi merasa kaget dan tak percaya jika anak sulungnya itu meninggal didalam selokan.Padahal sebelum kejadian, dia sempat mengawasi anaknya yang sedang asik main hujan diseputaran rumahnya, tiba tiba dalam sekejap mata, anaknya sudah tidak ada entah kemana.

“Saya sudah mencarinya kemana mana, sampai di tempat kedukaan pun saya mencarinya tapi tidak ada. Orang-orang di kedukaan sampai menegur saya karena saya memakai baju warna merah,” kata Roland.

Lanjutnya, “Saya kaget ketika orang-orang di Lorong Maloy memberitahukan bahwa anak saya ditemukan tak bernyawa didalam selokan, “.

Mendapat laporan dari warga, Kapolsek Dimembe AKP Saguh Rianto langsung memerintahkan anggota Polsek untuk turun lokasi mengamankan TKP dan membawa mayat tersebut ke Rumah Sakit (RS) walanda Maramis guna mendapatkan penanganan dari tim medis.

“Menerima laporan dari warga lewat via telepon, saya langsung menyuruh anggota saya untuk mengamankan lokasi,mengangkat jenazah dan dibawa kerumah sakit Walanda Maramis untuk dilakukan otopsi, tetapi dari pihak keluarga korban menolak untuk diotopsi karena murni kecelakaan dan tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban,dan kami pun membuat surat penolakan otopsi dari pihak keluarga, ” terang Saguh.

Diketahui,korban hanyut terbawa deras arus air selokan dibelakang rumahnya di lorong Koka Jaga VII dan ditemukan di lorong Maloy Jaga VI kurang lebih berjarak 1,5 Kilometer.(Rey)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.