Ronny Sompie Ajak Warga Kawanua Jaga Rumah Bersama

JAKARTA– Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat KKK Irjen Pol Dr Ronny Sompie, SH, MH mengimbau kepada seluruh warga Kawanua Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) agar selalu menjaga rumah bersama Tou Kawanua dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

“Kalau ada perbedaan hendaklah itu jangan dipandang sebagai permusuhan. Perbedaan adalah hal yang wajar dan harus disikapi secars bijak. Kita harus tetap menjaga rumah bersama Tou Kawanua, “ujar Sompie pada ibadah perayaan 45 ulang tahun Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), Senin (21/5/2018) yang lalu di Menteng.

Selanjutnya Sompie yang juga Dirjen Imigrasi RI berharap agar 45 tahun KKK harus dijadikan refleksi bersama. “KKK telah melewati berbagai dinamika baik di internal maupun eksternal, hendaknya itu tidak membuat visi bersama melanjutkan Roh awal terbentuknya KKK terdegradasi. Sebaliknya mari kita berkomitmen melanjutkan pengabdian bersama menebar kebaikan. Melestarikan budaya karya yang baik dari para senior, sebagai panggilan berbakti bagi negara dan bangsa, ” tandasnya.

Tak lupa juga dia meminta kepada seluruh Tou Kawanua agar menyukseskan kegiatan puncak 45 tahun KKK pada hari Sabtu (26/05/2018) di Kempi 2 Bumi Perkemahan Cibubur.

Sementara Pdt Lisye Sumampouw dalam khotbahnya mengingatkan Tou Kawanua agar menyadari pentingnya konsolidasi supaya tidak tercerai berai, ketika menghadapi dinamika yang menimbulkan perbedaan sudut pandang.

“Momen paskah, kenaikan sampai ketuangan Roh Kudus mengingatkan kita¬† pentingnya konsolidasi dengan tetap menjaga hati tetap percaya pada kuasa Tuhan. Peristiwa paskah banyak menimbulkan perbedaan para murid Yesus. Ada yang percaya, ada yang ragu, “ujar Pdt Lisye dalam kotbahnya pada ibadah perayaan 45 ulang tahun Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), Senin (21/05/2018) yang lalu di Menteng.

Namun dalam keraguan, Tuhan mengirim sosok perempuan untuk mengabarkan kabar baik yang membuat murid Yesus kembali satu hati percaya pada peristiwa kebangkitan.

Paskah, kenaikan dan ketuangan Roh Kudus adalah penggenapan janji Tuhan. “Jangan lupakan konsolidasi, introspeksi dalam bimbingan Roh Kudus, agar kita tidak tercerai berai, “kata Ketua Sinode Am Gereja Protestan Indonesia. (*/nji)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.