Yayasan Betesda Indonesia Tuan Rumah Deklarasi Sekolah Ramah Anak

TANGERANG- Yayasan Betesda Indonesia mendapat kepercayaan  sebagai tuan rumah deklrasi sekolah ramah anak se-Provinsi Banten. Deklarasi yang digelar beberapa hari lalu itu diikuti pimpinan sekolah se-Provinsi Banten dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yambise.

Ketua Yayasan Betesda Indonesia, Pdt Wilhelmus Latumahina bersyukur atas kepercayaan itu. “Kaget dan bersyukur, ternyata pemerintah melihat apa yang kami kerjakan. Kami sungguh berterima kasih kepada Ibu Menteri PPPA Yohana Yambise, pemerintah Tangerang Selatan lewat Wakil Walikota Bapak Benyamin Davnie yang sudah hadir mempercayakan Yayasan Betesda Indonesia, “kata Wilhelmus kepada wartawan di Tangerang, Rabu (30/5/2018).

Saat acara deklarasi itu, Menteri PPPA Yohana Yambisa berharap tak ada lagi kekerasan di semua sekolah. Yohana ingin sekolah ramah terhadap anak dalam proses belajar-mengajar.

“Sekolah perlu kedepankan interaksi positif. Tidak boleh terjadi lagi kekerasan di sekolah, baik dari orang tua, guru. Marah apalagi cubit tidak bisa. Sekarang anak-anak sudah di lindungi dengan undang-undang perlindungan anak, “ujar Menteri Yohana.

Sementara itu Kepala sekolah SDS Betesda Indonesia, Anastasia Supriati menambahkan sejak awal berdiri sampai saat ini kebijakan sebagai sekolah ramah anak sudah menjadi komitmen yang dikedepankan.

Pada acara deklarasi tersebut juga dibahas soal tingginiya biaya pendidikan.Pdt Wilhelmus Latumahina mengimbau sekolah kristen untuk menekan biaya pendidikan seminimal mungkin.

“Sekolah berorientasi Kristen hendaknya dapat menekan biaya pendidikan. Karena misi pelayanan di bidang pendidikan adalah menjadi garam dan terang dunia. Artinya bisa berdampak, dirasakan langsung banyak orang, “ujarnya.

Latumahina mengatakan, sekolah Kristen harus bisa terjangkau dan dinikmati masyarakat ekonomi lemah. Intinya jangan kedepankan bisnis dan keuntungan dalam penyelenggaran pendidikan di sekolah berbasis kristen.

“Saya kira kalau memang ada niat bisa. Contoh Yayasan Betesda Indonesia yang didirikan sejak tujuh tahun lalu, mengelola pendidikan taman bermain, TK, SD dan SMP. Memang selalu ada pergumulan soal kebutuhan operasional, tapi syukur dengan menerapkan biaya pendidikan murah, sampai sekarang semua bisa berjalan baik, bahkan bisa berprestasi dan penghargaan pemerintah,” pungkasnya. (*/ymn)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.