Kejari Minut Amankan Uang Negara RP 794.777.220,Dana Eks PNPM MPd Tahun 2015-2018 Kecamatan Liktim

Minut,Golden News – Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara gelar Press Conference terkait penyelamatan uang negara eks dana PNPM di Ruang kerja Kajari,Senin (4/6/2018).

Berdasarkan laporan dari masyarakat,ada dugaan penyalahgunaan eks dana bantuan PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara tahun 2015 sampai dengan tahun 2018.

Menindak lanjuti akan laporan tersebut,Kejaksaan Negeri (Kejari)Minahasa Utara menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan dengan Nomor : Print – 03/R.1.16/Fd.1/05/2018 tanggal 31 Mei 2018.

Berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan,Tim Kejari Minut langsung melakukan pemeriksaan kepada para mantan pengurus dana simpan pinjam perempuan PNPM MPD tahun 2008-2014 dan juga Camat Likupang Timur.

Dari hasil keterangan dan data yang diperoleh,Tim Kejari Minut menemukan fakta bahwa program PNPM MPD resmi telah berakhir atau sudah tidak ada lagi sejak tahun 2015 berdasarkan Surat Kementrian Desa Tertinggal Nomor 134/DPPMD/VII/2015 tanggal 13 Juli 2015 tentang Panduan Pengakhiran dan Penataan Hasil Kegiatan PNPM MPd.

Bukan hanya itu saja,Tim Kejari Minut juga menemukan buku Rekening Bank Sulut Nomor 034.02.11.000664-2 atas nama SPP MP Liktim Novita Makapeti dengan jumlah saldo sebesar Rp 794.777.220 (Tujuh ratus sembilan puluh empat juta tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu dua ratus dua puluh rupiah) pertanggal 30 April 2018,dana tersebut adalah dana yang mengendap sejak program PNPM MPd berakhir sejak Bulan Juli 2015.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Minut Rustiningsih SH.M.Si mengungkapkan bahwa Dana eks PNPM rencananya akan dialihkan untuk program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama oleh mantan pengurus PNPM MPd di Wilayah Kecamatan Likupang Timur.

“Atas pengalihan dana PNPM tersebut,belum ada regulasi atau payung hukum yang mengatur tentang bagaimana sistem pertanggungjawaban atas pengalihan dana serta sistem laporan pertanggungjawaban penggunaan dana jika dana tersebut berubah menjadi BUMDes Bersama,” Ungkap Rustiningsih.

Rustiningsih juga menerangkan kalau tujuan pelaksanaan penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan eks dana bantuan PNPM MPd di Kecamatan Likupang Timur tahun 2015-2018 adalah untuk mengamankan uang negara agar tidak disalahgunakan.

“Tujuannya adalah untuk mengamankan dana tersebut sehingga tidak disalahgunakan yang akhirnya berpotensi bocornya keuangan negara,” terang Rustingsih.

Dikatakan Raustiningsih,pada saat berjalannya proses penyelidikan,para mantan pengurus PNPM MPd tahun 2008-2014 mengakui bahwa adanya kesalahan dengan mengalihkan dana eks PNPM MPd ke program BUMDes Bersama dikarenakan belum adanya payung hukum yang mengatur.

” Mantan pengurus eks PNPM MPd sepakat untuk menyerahkan dana sebesar Rp 794.777.220 (Tujuh ratus sembilan puluh empat juta tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu dua ratus dua puluh rupiah) kepada Kejaksaan Negeri Minahasa Utara sampai menunggu proses hukum selanjutnya,” kata Rustiningsih.

Diakhir kegiatan,Kajari Minut menyerahkan barang bukti berupa uang tunai dana eks PNPM PMd Kecamatan Likupang Timur kepada Staf Bank BRI Airmadidi dengan total nominal uang sebanyak Rp 794.777.220 (Tujuh ratus sembilan puluh empat juta tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu dua ratus dua puluh rupiah).

Turut ikut hadir dalam Pres Conference tersebut,Kasi Pidsus Kejari Minut A.Silitonga,Kasi Intel Kejari Minut,Inspektur Inspektorat Kabupaten Minahasa Utara Umbase,Camat Likupang Timur,Mantan Hukum Tua Desa Nain serta Anggota Bank BRI Airmadidi.(Rey)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.