Kopda (Purn) Marthen Sula Jadi Korban Pemecatan Bisnis Kotor Oknum Mafia Tanah

Minut,Golden News – Sungguh miris nasib yang dialami Kopda (Purna) Marthen Sula mantan Babinsa Watutumou II personel Kodim 1310/Btg.

Kopda (Purn) Marthen Sula hanya karena menjaga lahan milik Keluarga Tampa,dirinya menjadi korban kepentingan dari salah satu petinggi Kodim 1310/Btg sehingga berurusan dengan hukum dan dipecat secara tidak terhormat tanpa ada kasus hukum yang jelas,Selasa (5/6/2018).

Pemecatan Kopda (Purn) Marthen Sula berawal Maret 2015. Dirinya dipanggil Denpom Manado atas Laporan Penyerobotan Tanah dan Perbuatan Tak Menyenangkan.

“Saya dilaporkan menyerobot tanah milik dari Octavianus Shandy Wurangian dan Indrawati Ghani, di dua tempat berbeda. Ada apa dibalik semua ini, kan tanah yang dimaksud milik Wurangian itu bukan milik mereka sebab, riwayat tanah itu adalah milik dari Yohanis Tampa (keluarga Tampa) kata Marthen.

Lanjut Kopda Marthen,”Setahun kemudian (Mei 2016), tiba-tiba saya menerima surat panggilan Mahmil 317 Manado, tentang penyerobotan dan perbuatan tidak menyenangkan,”.

Anehnya dalam 2 surat panggilan ditempat berbeda, tapi dalam waktu bersamaan dan dakwaan, tuntutan dan dakwaan yang sama.Dalam pemanggilan itu Marthen merasa banyak mendapat perlakuan tak adil seperti proses ia ditahan.
Pasalnya, dari dua (2) laporan itu, Marthen didakwa Pasal 167 KUHP, tentang penyerobotan tanah.

“Saya merasa heran, penyerobotan tanah siapa dan perasaan siapa yang saya buat tidak senang,” katanya bingung.
Anehnya lagi, baru mendapat surat panggilan sebagai Tersangka, konon gajinya (gaji triwulan) sebagai Babinsa sudah diberhentikan.

Dikatakannya lagi,”Selama enam (6) bulan jalani proses hukum, saya 23 kali disidang. Demi Tuhan dan Demi Jiwa Corsa NKRI Harga Mati, saya tidak pernah lakukan penyerobotan dan perbuatan tak menyenangkan terhadap sesama manusia,” ungkap mantan Babinsa Watutumow II ini tegar.

Berita tentang kronologi permainan kotor mafia tanah di Minut,Marthen mengungkapkan bahwa cukup hanya dirinya saja yang menjadi korban,jangan sampai terjadi pada teman prajurit TNI lainnya.

“Biarlah ini hanya terjadi pada saya, jangan kepada Prajurit TNI lainnya yang sudah setia mengabdi, namun dijadikan korban. Semoga para atasan saya bisa membaca semua yang saya ceritakan ini, sebab saya tidak pernah melawan hukum, apalagi mengkhianati institusi saya sebagai Anggota TNI. Salam hormat saya kepada Bapak Pangdam, Bapak Danrem dan Bapak Dandim yang saya kasihi, saya harap saya diberikan hak untuk ajukan PK dan upaya hukum nanti,” tukas Marthen.(Rey)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.