Hearing dengan Kepsek SMP, DPRD Manado Harap Mutu Pendidikan Makin Baik

LIPUTAN KHUSUS

MANADO– DPRD Manado melalui Komisi D yang membidangi kesejahteraan sosial dan pendidikan serta kesehatan menggelar hearing sejumlah kepala sekolah  menengah pertama (SMP) di ibukota Provinsii Sulut, Senin (2/7/2018) siang.

Rapat dengar pendapat ini dengan kepala sekolah (Kepsek) ini sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan sistem zonasi siswa yang diatur lewat undang-undang dan dijalankan pihak sekolah, dalam hal ini SMP Negeri di Manado. Sesuai aturan ini, pelajar yang diutamakan adalah yang tinggal dekat sekolah tersebut.

Tidak sampai disitu saja, masa pendaftaran yang mendekati batas akhir yakni 10 Juli, dan sudah masuk 16 Juli di tahun ini. Hal ini menghindari bertumpuknya siswa di satu sekolah negeri unggulan, padahal sekolah sejenis ada di dekat rumah.

“Kami komisi mendukung Zonasi tersebut, tentunya tetap memperhatikan rasio guru. Ini guna menjaga keseimbangan dan kami turut mendukungnya,” ujar Ketua Komisi D Apriano Saerang.

Menurut dia, keseimbangam antara belajar dan mengajar ini merupakan bagian berlakunya sistem batasan wilayah ini, hingga rujukan-rujukan liar akan terbatasi dengan peran serta pemerintah.

Ada pun, penentuan batas yang diatur adalah mereka yang berjarak 700 meter saja bisa besar masuk, kecuali ada yang mau masuk sekolah swasta yang lebih banyak bandingkan negeri di Kota Manado.

SMP Negeri 1 Manado, melalui kepseknya, Jeannne Rey misalnya, bahwa mereka hanya akan menerima di angka 200 lebih orang dan dibandingkan 2017 membengkak tak terduga sebesar 346 siswa.

“Kemungkinan siswa yang tak masuk radar 700 meter itu bisa masuk dan kami membagikan dengan SMP 6 dan 7 sebagai sekolah berdekatan,” ujarnya.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Manado J Mogontja membenarkan hal tersebut. Kata dia pematangan tersebut telah dibicarakan panitia persiapan bagi siswa baru, termasuk penerimaan murid nanti.

Menurutnya, pola yang semakin matang nantinya mereka terima berupa 90 persen siswa harus tinggal dekat dari sekolah. Sisanya, 5 persen diakomodir karena berprestasi di dunia olahraga dan 5 persen lainnya merupakan siswa pindahan.

Disisi lain, penerimaan dibuka pada SMP Negeri di Manado ada 14 buah, SMP swasta 87. Totalnya, mencapai 101 sekolah dengan jumlah murid 8 ribuan.

“Langkah semakin matang ketika pembahasan tingkat dinas mengenai petunjuk teknis (juknis) yang berkembang di daya muat sekolah,” ujarnya.

Personil Komisi D, Fatma Bin Syech berharap sistem zonas ini dibarengi peningkatan kualitas sekolah. “Kita dukung sistem zonasi, yang penting disertai peningkatan kualitas mengingat semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk pendidikan anaknya,” ujar Fatma.

Sementara Ketua DPRD Manado Noortje Van Bone meminta orang tua untuk ikut memerhatikan pendidikan anak. Ia juga mengimbau seluruh tenaga guru agar tak jemu meningkatkan kompetensi demi memberikan yang terbaik dalam proses bellajar-mengajar di sekolah. (stanley suprapto/lek)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.