Kasus Tabrakan 20 Desember 2017 Tak Ada Kejelasan,Keluarga Korban Sambangi Unit Laka Lantas Polres Minsel

Minsel,Golden News – Kasus kecelakaan lalu lintas sulit dihindari apabila sudah saatnya, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat.

Begitu pula peristiwa lakalantas yang menimpa pasangan suami istri Anggi Ratu (suami) dan Grathia Warouw (istri) pengendara sepeda motor dengan Pendeta Lodewijk Watung pengemudi Daihatsu Xenia.

Tabrakan antara dua kendaraan berbeda jenis tersebut terjadi di ruas jalan Tewasen Kecamatan Amurang Barat pada tanggal 20 Desember 2017 silam.

Akibat benturan keras antara kedua kendaraan beda fisik, pasangan suami-istri malang itu terpental dengan keadaan mengenaskan.

Beberapa saat kemudian, suami-isteri yang masih berstatus mahasiswa UNIMA Semester 7 itu ditolong dan dilarikan sebuah mobil pick-up ke Rumah Sakit GMIM Kalooran Minsel.

Dari hasil pemeriksaan pihak RS Kalooran, diketahui bahwa Anggi Ratu (suami) menderita patah tulang paha dan tulang pinggul terlepas, sedangkan Grathia Warouw (isteri) mengalami patah tulang paha dan tempurung lutut retak.

Adapun mobil dan sepeda motor kedua belah pihak, sama-sama mengalami kerusakan. Kalau mobil milik Pendeta Watung pecah ban kanan depan, dan pintu kanan depan ringsek, sepeda motor Yamaha Vixion milik Anggi Ratu rusak berat dan sulit untuk diperbaiki lagi.

Menariknya, dalam beberapa hari semenjak Anggi dan Thia terkapar tak berdaya di rumah sakit, terinformasi mobil milik Pendeta Watung sudah di pinjam pakai, sementara sepeda motor milik korban, sampai hari ini jadi rongsokan di Unit Laka Polres Minsel.

Bukan itu saja, dalam hasil olah TKP Polisi, keterangan yang diambil hanya sepihak, yakni hanya keterangan dari Pendeta Lodewijk Watung saja.

“Masih banyak lagi hal-hal tak mengenakkan dan kami anggap tidak pantas yang kami alami dalam peristiwa kecelakaan itu, sampai hari ini,” tutur Grathia Warouw kepada sejumlah wartawan,Rabu (8/8/2018).

Merasa tidak puas selama delapan (8) bulan tidak ada etiket baik dari Pendeta Watung, keluarga korbanpun menyambangi Unit Laka Polres Minsel mencari keadilan.

“Kami keberatan dengan adanya surat kesepakatan damai secara sepihak itu, dan kami minta kesepakatan baru sebab kami anggap ini tidak adil,” kata Nortje Langie ibu dari Gratia Warouw.

Kasat Lantas Polres Minsel melalui Kepala Unit Kecelakaan Lalulintas (Kanit Lakalantas), Aiptu Maxi Liuw membenarkan adanya kedatangan keluarga korban.

Olehnya,kedua belah pihak dipanggil menghadap pada hari Jumat (10/8/2018) nanti.(Rey)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.