Markho Tampi Sayangkan Air Mancur TKB Jarang “Menari”

Manado – Anggota DPRD Kota Manado, Markho Tampi sangat menyayangkan air mancur “menari” yang berada di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) tidak dioperasikan sesuai dengan peruntukannya.

Menurut Tampi, pihaknya tidak mempersoalkan masalah pengerjaan proyek berbandrol miliar rupiah tersebut.

“Proyeknya tidak masalah. Yang kami sayangkan, kenapa air mancur itu tidak difungsikan. Mereka (pihak terkait) beralasan biaya listrik mahal dan untuk memfungsikannya harus memakai operator. Setahu saya ada anggaran operasional 200 juta. Kalau memang kurang, kenapa tidak diusilkan ke dewan untuk di tata dalam APBD 2018? Yang diusulkan hanya 853 juta untuk pembayaran sisa pekerjaan,” ujar Tampi.

Politisi PDIP ini mengurai besaran anggaran pembangunan proyek air mancur yang jika dioprasikan, air yang keluar seperti sedang menari mengikuti iringan musik.

“Total anggaran pembangunan di TKB pada 2017, 10 miliar dibagi 3 pekerjaan. Pembuatan kanopi untuk panggung, rehabilitasi drainase dan pembuatan air mancur tersebut. Khususnya air mancur itu memakan biaya 3 miliar lebih. Dan menurut saya hasilnya sangat luar biasa,” kata Tampi.

Ia pun menghimbau kepada pihak terkait selaku pengelola TKB untuk memfungsikan setiap aset yang ada di TKB. Hal ini menurutnya sangat penting, guna mencapai tujuan dari pengadaan aset itu.

“Kalau difungsikan sebagaimana mestinya, tentu masyarakat sangat terhibur. Dan setiap malamnya, TKB akan terlihat menarik dengan adanya air mancur itu. Kami berharap pihak terkait dapat menindaklanjuti harapan kami ini. Supaya tidak terkesan pengadaan air mancur ini hanya sekedar proyek tanpa tujuan,” imbaunya. (LeKa)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.