Bukannya Dapat UGR,Malahan akan Dieksekusi !!! Keluarga Sompie Datangi Kantor Pelaksana Mega Proyek Waduk Kawangkoan-Kuwil

Minut,Golden News – Mega Proyek pembangunan waduk Kawangkoan-Kuwil Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara kembali menjadi sorotan masyarakat Sulawesi Utara.

Pasalnya,ada beberapa lahan milik warga Desa Kawangkoan hingga sampai saat ini belum juga mendapatkan Uang Ganti Rugi (UGR) pengadaan tanah bendungan dari pihak terkait sebagai PPK pelaksana kegiatan pembangunan waduk.

Salah satu contoh pemilik lahan yang belum menerima Uang Ganti Rugi (UGR) yakni Rieke Adeleida Sompie warga Desa Kawangkoan Jaga II Kecamatan Kalawat.Lahan seluas 55.485 m2 milik wanita paruh baya tersebut masuk dalam pengadaan tanah bendungan Mega Proyek Waduk Kawangkoan-Kuwil.

Bukannya mendapat ganti rugi,Rieke Adeleida Sompie menerima surat pemberitahuan pelaksanaan eksekusi pengosongan lahan dari Pengadilan Negeri Airmadidi dengan No : W19. U6/1434/HPDT/1X/2018 perihal: Pemberitahuan Eksekusi Pelaksanaan Pengosongan, bertanggal 13 September 2018.

Tak terima akan hal itu,Rieke Adeleida Sompie beserta dengan rekan,kerabat,keluarga bahkan LSM dan Ormas mendatangi kantor PPK pelaksana Mega Proyek pembangunan waduk Kawangkoan-Kuwil untuk melakukan mediasi dengan pimpinan pelaksana mega proyek tersebut.

Gubernur Lyra Sulawesi Utara Johny Rondonuwu yang dikuasakan sepenuhnya oleh Keluarga Henny Wulur dan juga Keluarga besar Rieke Adeleida Sompie menjelaskan bahwa tanah milik keluarga Sompie serta ada sebagian tanah dari Keluarga Henny Wulur itu belum mendapatkan ganti rugi.Dirinya (Jhony,red) mengatakan jika ini menjadi persoalan,mana mungkin tanah yang belum di ganti rugi kemudian seenaknya mau di eksekusi.

“Kami akan melakukan tuntutan bilamana PPK atau BPN atau Pemerintah tidak kooperatif dengan persoalan ini.Bukan hanya itu saja,tapi kami akan menutup akses jalan ini dan akan memuat ke publik agar Presiden Jokowi bisa melihat secara jelas apa yang terjadi disini,” tukas Rondonuwu,Jumat (21/9/2018).

Diketahui,saat keluarga Rieke Adeleida Sompie bersama warga mendatangi kantor PPK Balai Sungai,tak ada satu pun pimpinan atau staf yang berada di kantor dan terkesan menghindar dari permasalahan tersebut.

Keluarga beserta warga Desa Kawangkoan yang belum mendapatkan ganti rugi berjanji,jika permasalahan ini tidak secepatnya diatasi,maka mereka berjanji akan melakukan demo besar-besaran dan akan menutup jalan agar tidak ada pekerjaan sampai hak mereka dibayarkan.(Rey)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.