PAMI-P Minta Kapolda Tutup Pertambangan Emas Tanpa Izin di Bakan

MANADO- Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) Perjuangan Sulut menyorot aktivis pertambangan emas tanpa izin (PETI) Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Ketua PAMI Jefrey Sorongan menilai Kepolisian pilih kasih dalam melakukan tindakan penertiban pertambangan di Desa Bakan. Aktivitas vokal ini mendesak Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito mengambil langkah tegas, agar tidak terjadi konflik di tengah masyarakat.

“Kalau perlu Kapolda Sulut mencopot Kapolres dan Kapolsek. Sebab sebelumnya sudah ada kesepakatan penutupan tambang emas ilegal ini yang dilakukan berdasarkan hasil pertemuan beberapa hari lalu antara warga, Kapolres Bolmong, Dandim 1303 Bolmong serta pihak Pemkab,” kata Sorongan.

Ia menambahkan, aktivitas PETI harus dihentikan pasalnya terjadi kerusakan lingkungan di lokasi tersebut. Selain itu tidak sedikit para penambang yang meninggal di lokasi PETI karena tertimbun longsor.

“Bahkan permintaan warga itu dibubarkan aparat Kepolisian dari Polsek Lolayan tidak diindahkan. Sejumlah anggota Polisi yang mendatangi lokasi, diduga dipimpian oknum Kapolsek malah marah dan langsung mendesak warga untuk membuka akses jalan menuju lokasi PETI sehingga nyaris terjadi kontak fisik,” jelas Sorongan.

Sementara itu Kapolres Bolmong AKBP Gani Siahaan tegas mengatakan bahwa semua tambang di lokasi tersebut sudah ditutup.“Buktikan bilamana ada oknum polisi menerima upeti. Saya akan tindak tegas,” ujar Kapolres. (man)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.