Front Nasionalis Patria Dyaksa Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo-Sandi

JAKARTA-Komunitas Nasionalis Soekarnois mendelkrasikan dukungan ke Prabowo-Sandi. Dukungan itu dilakukan di kediaman Rachmawati Soekarno Putri, yang dikenal sebagai anak ideologis Soekarno, yang konsisten meneruskan ajaran Bung Karno pada Jumat (28/9/2018)

Front Nasionalis juga memandatkan paslon capres-cawapres RI, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk mengembalikan UUD 45 asli yang diamandemen pada masa pemerintahan Megawati Soekarno Putri tahun 2002 silam.

Sikap politik Front Nasionalis Patria Dyaksa tidak bisa dianggap remeh karena di dalamnya terdapat berbagai eksponen Nasionalis Soekarnois seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI), Pemuda Marhaenis, Kesatuan Buruh Marhaenis (KBM) serta Pemuda Demokrat Indonesia (PDI).

Selain itu terlihat mantan Sekjen Projo Guntur Siregar dan Denny Iskandar yang dulunya tim inti Jokowi-Ahok dan kader PDIP.

Ketua FN-Patria Dyaksa, Wahyuni Refi mengatakan, banyak terjadi penyimpangan ajaran-ajaran Bung Karno. Menurutnya, mata dan telinga rakyat Indonesia merasakan benar kesulitan ekonomi. Nawa cita dan revolusi mental yang bersumber pada ajaran ‘Trisakti’ Bung Karno hanya sebatas jargon.

“Kasihan rakyat yang banjir hiburan seolah-olah kondisi ekonomi kita baik, bagi-bagi sepeda lagi, tapi rupiah terus tertekan, “ujar mantan Ketua Presidium GMNI ini.

Refi menambahkan bergabung dengan Rachmawati Soekarnoputri, mendukung Prabowo-Sandi seolah adik yang bertemu kakak dan mendapat tuntunan dalam medan perjuangan.

Rachmawati sendiri bersyukur masih adanya Nasionalis Soekarnois yang mau mengembalikan kemurnian ajaran Soekarno.

“Ibarat Banteng kembali ke rumah. Banteng jangan dipahami sebagai institusi partai, kembali pada kemurnian ajaran Bung Karno¬† dengan kembali ke UUD 45, Perjuangan kita juga mendukung Pak Prabowo dan Pak Sandi adalah perjuangan ideologi “ujar Rachmawati Soekarno Putri, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandi.

Sementara itu, Sekjen Patria Dyaksa Donny Lumingas mengatakan, kemurnian cita-cita proklamasi, ajaran Bung Karno dan cita-cita The Founding Fathers lainnya berdasarkan Pancasila dan UUU 1945 serta Bhineka Tunggal Ika makin jauh dalam harapan dan kenyataan bangsa.

“Untuk meluruskan dan memperjuangkan kembali roh konsensus dasar negara tersebut, diperlukan kontribusi semua elemen bangsa, dalam tujuan itulah semangat pembentukan Front Nasionalis Patria Dyaksa dikumandangkan hari ini,” kata Sekjen Presidium GMNI tahun 2002-2005, saat Wahyuni Refi Ketua.

Ketika ditanya reaksi alummi GMNI yang tidak¬† sehaluan, menurutnya itu adalah hal biasa. “Biasa saja, tetap becanda semua tetap sahabat walau pilihan berbeda. Kapan kualitas demokrasi kita akan membaik kalau berbeda saja sudah di anggap musuh. Pilpres dan Pileg harus bersih dari fitnah dan kebencian supaya bangsa kita makin kuat, “tandas mantan jurnalis pers mahasiswa ini.

Hal senada dikatakan Denny Iskandar kader PDIP, salah satu sosok di balik kemenangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta.

“Rakyat jangan di racuni pikirannya. Negara kita lahir dari perbedaan. Marilah adu gagasan, jangan fitnah. Ingat Indonesia rumah kita bersama, ” tegasnya yang diiyakan Indra Denni, Rahayu Handonowati dan Saut Sinaga. (ibc/man).

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.