Jerry Sambuaga: Lawan Bully Politik dengan UU

Manado – Pasca penetapan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, saling hujat menghujat atau bully marak menghiasi laman media sosial (Medsos) saat ini.

Khususnya di Provinsi Sulut, masyarakat Bumi Nyiur Melambai tak ketinggalan saling bully antar pendukung pasangan calon Joko Widodo – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Jerry Sambuaga, anggota DPR RI daerah pemilihan Provinsi Sulut pun mengajak seluruh masyarakat untuk tidak saling serang antar pendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

“Walaupun beda pilihan, mari kita tetap jaga persaudaraan sebagai warga Sulut. Saya mengajak masyarakat untuk cerdas dalam memberikan komentar di Medsos,” imbau politisi muda Partai Golkar itu.

Dikatakan Sambuaga, dengan adanya kebebasan berpendapat seperti saat ini sangat sulit menghidari terjadinya perbedaan pendapat yang berujung pada saling bully.

“Bully politik tidak bisa dihindari karena konsikuensi logis dari adanya keterbukaan informasi dan kebebasan berpendapat di Medsos. Padahal, kebebasan berekspersi merupakan kebebasan yang paling tidak bebas. Bila menyinggung orang lain bisa berdampak pada masalah hukum,” kata Sambuaga yang saat ini tercatat sebagai dosen di beberapa universitas di Indonesia.

Ditegaskannya, untuk melawan aksi bully politik hanyalah melalui undang-undang (UU) Informasi dan Telekomunimasi (ITE) yang dapat memberikan efek jera bagi penyebar bully atau hoaks.

“Cuma satu hal yang dapat menjadi instrumen payung hukum yakni UU ITE. Di UU itu diatur jelas bahwa siapa yang menyebarkan bully atau hoaks bisa terjerat hukum. Bila bully politik sudah menyerang pribadi, sara dan agama, bisa korbannya bisa menempuh jalur hukum. Pada intinya bila kena dampak atas bully politik, saya sarankan tempuh melalui jalur hukum,” tegasnya. (LeKa)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.