Kedatangan Sandiaga Uno di Ketang Baru kurang diminati?

Manado – Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengunjungi Kota Manado dalam rangka tatap muka dengan para pendukungnya di sejumlah lokasi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin (5/11/18).

Menariknya, berdasarkan pantauan, kehadiran Sandiaga Uno di lapangan Ketang Baru, hanya dihadiri warga masyarakat yang berjumlah kurang lebih 300 orang.

Sejumlah pengurus partai politik pengusung beralasan, informasi kehadiran Sandiaga Uno di lapangan Ketang Baru kurang diketahui oleh masyarakat dan pendukung pasangan Capres Prabowo-Sandi.

“Informasi Sandiaga Uno ke lapangan Ketang Baru kurang terekspos. Sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahui jika pak Sandiaga Uno akan datang di lapangan itu,” ujar salah satu pengurus partai pengusung yang meminta identitasnya tidak dipublis.

Sesuai agenda, Sandiaga Uno akan mengunjungi Kabuputen Minahasa dan kembali ke Kota Manado untuk bertemu dengan para pendukungnya di kawasan pusat kota, tepatnya Jalan Roda (Jarod).

Selain bertemu dengan pendukungnya, Sandiago Uno menyempatkan diri untuk ziara di makam Walandha Maramis, Kiayi Modjo dan sejumlah tokoh yang ada di Provinsi Sulut.

Tampak pula, kehadiran Sandiaga Uno di lapangan Ketang Baru didampingi ketua DPW PKS Sulut Syarifudin Saafa, ketua DPC Partai Gerindra Kota Manado Apriano Saerang serta para pengurus partai pengusung lainnya.

“Sebenarnya pak Sandi maunya yang organik, secara tiba tiba tanpa terlalu banyak pemberitahuan. Tapi penerimaan sesudah agenda di lapangan Ketang Baru sungguh luar biasa karena mungkin juga sudah siang hari,” ungkap Audi Lieke, Liaison Organizer (LO) kunjungan Sandiaga ke Manado.

Sementara itu, ketua DPC Gerindra Kota Manado, Saerang menjelaskan, kehadiran Sandiago Uno bukan kampanye terbuka dab tidak ada instruksi pengerahan massa pendukung atau kader partai pengusung.

“Ini sekedar kunjungan saja. Kalau kampanye terbuka, kami pastikan merah putihkan Manado. Yang perlu dilihat dari kunjungan Sandiaga bukan pada jumlah orang yang datang. Tapi pada tujuannya yaitu bersilahturahmi dengan Sinode GMIM sebagai bukti bahwa pasangan Prabowo-Sandi mencintai keberagaman, ziara ke makam sejumlah tokoh dan pahlawan serta pada intinya berkunjung ke Manado bagian dari nostalgia dengan warga disini karena dia merasa banyak keluarganya di Manado. 6 lokasi yang dituju dan orang yang datang berbeda-beda dengan jumlah cukup banyak,” seru Saerang. (LeKa)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.