Luar Biasa..!! Seniman Muda Minahasa Gelar Pentas Seni Selama Tiga Hari tanpa Bantuan Pemerintah

TONDANO-Keinginan mengangkat seni budaya Minahasa menjadi spirit bagi seniman muda Tanah Toar Lumimuut untuk menggelar acara spektakuler.  Walau tanpa sokongan dana dari pemerintah, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Minahasa, mereka sukses menggelar pentas eni selama tiga hari, 15-17 November di Benteng Moraya Tondano.

Kegiatan yang disebut Pentas Seni Budaya Minahasa itu menjadi pergelaran seni pertama yang berlangsung di Minahasa. Kegiatan ini melibatkan pegiat seni berbakat dari  lintas dimensi yakni sastra, musik, teater, tari, dan seni rupa.

Kegiatan bertajuk The Warriors of Panting ini menampilkan berbagai karya seni kontemporer di bidang musik, teater dan tari yang bernafaskan budaya Minahasa.dan dipentaskan oleh generasi muda. Mereka berasal dari sejumlah komunitas musik dan sanggar yang berbeda di Minahasa.

Salah satu atraksi seni (foto: yermia)

Salah satu tokoh seniman muda berbakat Yermia Mumu yang akrab disapa “Japra” saat ditemui sejumlah wartawan di sela acara mengatakan ada puluhan seniman muda berbakat yang unjuk kebolehan dalam pergelaran kolosal berkolaborasi dengan musik moderen dan tradisional.

“Mereka adalah seniman-seniman muda berbakat yang ingin tampil untuk melestarikan budaya daerah ini. Saya sangat mendukung anak muda untuk berkarya,” ujarnya.

Ribuan warga terhibur dengan pertunjukan-pertunjukkan yang dibawakan para seniman muda berbakat itu.  Pementasan tersebut mengambil bentuk dan spirit teater rakyat.

Kisah yang ditampilkan juga diolah dari khasanah cerita rakyat drama kolosal bertajuk perang Tondano ” Kelabu di tanah Moraya”. Yermia mengapresiasi acara tersebut karena itu merupakan momentum pagelaran outdoor yang meriah.

Sementara Sekretaris Panitia Suwadi Suwal saat dihubungi mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi demi memberikan pertunjukan budaya yang lebih baik, atraktif dan memiliki nilai edukatif sekaligus melestarikan budaya asli Minahasa.

“Kedepan, bisa tersosialisasi dengan baik acara seperti ini dan kami sangat mengharapkan dukungan  dari Pemerintah Minahasa khususnya, sehingga masyarakat bisa tahu dan mengenal dengan dekat kebudayaan Minahasa,” ujarnya.

Melalui hajatan ini pula, para pegiat seni ingin memperkenalkan Benteng Moraya sebagai salah satu destinasi wisata di Minahasa.  “Keberadaan Benteng Moraya bisa menjadi angin segar bagi para seniman maupun komunita seni di Minahasa,” kata Yermia.

Gitaris handal Waruga Grub Band ini berharap adanya dukungan dari pemerintah untuk kegiatan seperti ini. “Dengan begitu akan semakin banyak seniman muda yang memiliki ide dan gagasan kreatif dan memiliki karya seni pertunjukan yang dapat dinikmati masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Harapan ada sokongan dari pemerintah juga disampaikan sejumlah warga yang menyaksikan berbagai atraksi seni yang ditampilkan. “Acaranya dikemas apik dan menarik. Tapi, sayang Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Minahasa kurang peduli,” ujar Hendrik, warga Tondano. (nji)

 

 

 

 

 

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.