Alumnus SMANSA ’93 temu kangen dan gelar pengobatan gratis

Manado – Ratusan alumnus SMA Negeri 1 Manado angkatan 1993 menggelar temu kangen melalui kegiatan reuni akbar, Jumat-Sabtu (16-17/11/2018), bertempat di Desa Remboken Kabupaten Minahasa.

Hadir dalam kegiatan ini diantaranya Wakil Wali Kota Manado Mor Dominus Bastiaan, mantan Ketua OSIS angkatan 93 dr Lidya Tulus MKes, dr Gideon, dr Imelda V Corneles SH MHum dan Yuvi Karauwan SPi MBA yang juga ketua panitia reuni akbar.

Pada temu kangen itu, suasana kekeluargaan dibalut kebersamaan terlihat dalam kegiatan ini. Canda tawa pun terpancar dari wajah wajah mereka yang hadir.

“Saat menimbah ilmu di SMA, kita semua dilatih untuk disiplin. Selain itu kita diberi motivasi untuk terus belajar agar maju,” ujar Wakil Wali Kota Bastiaan.

Seusai temu kangen di Desa Remboken, seluruh alumnus mendapatkan jamuan makan malam di Rumah Dinas Wakil Walikota Manado di Jalan Pumorouw.

Reuni akbar tak terhenti di kegiatan temu kangen. Keesokan harinya, dilanjutkan dengan kegiatan sosial pengobatan gratis di Kantor Kelurahan Sumompo.

Para dokter yang terlibat langsung dalam pengobatan gratis itu tak lain alumnus SMANS sendiri yakni dr Grace E C Korompis MHSM DrPH, dr Lidya Tulus MKes,
dr Rima Lolong MKes, dr Lanny Mamahi, MKes, dr Henry Palandeng MSc, dr Nataly Mait, dr Meiny Tuturoong, dr Magy Satolom SpP, dr Jonathan Montolalu SpB, dr Flora Ngolo SpOG dan dr Tony Tatambihe SpOG.

Selain pemeriksaan kesehatan, dilakukan juga pembagian kaca mata yang diserahkan langsung Direktur RS Mata dan Kepala Balai Kesehatan Mata Sulut dr Sammy Malingkas, SpM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dr Deby Kalalo MPHc dan Puskesmas Sumompo.

“Sejak pagi warga sudah berkumpul dan dibantu dengan baik oleh rekan-rekan alumni lain. Lebih dari 100 warga hadir,” jelas Korompis.

Usai pengobatan dan pemeriksaan gratis, acara puncak reuni akbar dilangsungkan di Hotel Peninsula Manado malamnya. Para alumni dari berbagai daerah turut gmhadir untuk meramaikan temua akbar tersebut.

“Ini bentuk kebersamaan kita. Dan ini harus dipertahankan serta dibuat terus. Agar supaya kita semua saling memperhatikan dan bisa saling tolong menolong,” ungkap Wakil Wali Kota Bastiaan.

Sementara itu, Ketua Panitia Yuvi Karauwan didampingi Sekretaris Andi Deasy Sujuti SE dan Bendahara Gaby Kawet ST menuturkan, hanya dengan pertolongan Tuhan dan kerja keras semua alumni sehingga kegiatan spektakuler ini dapat terselenggara.

“Kerendahan hati jua yang memberi inspirasi dari acara ini. Berkorban waktu, tenaga, materi, meninggalkan kerja dan keluarga untuk bisa datang bereuni serta bernostalgia terasa lunas terbayar. Kita pun dituntut tetap saling mendukung, mengingatkan lewat berbagai cara. Kebersamaan harus tetap nyata,” seru Karauwan. (LeKa)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.