Pintar dan Berprestasi, Hillary Brigitta Lasut Politisi Muda yang Menjanjikan

MANADO-Muda, pintar dan sarat prestasi adalah deskripsi yang pas untuk politisi milenial, Hillary Brigitta Lasut (HBL). Namanya sudah dikenal, terutama di kalangan pelajar sejak menjadi Ketua OSIS SMAN 1 Manado beberapa tahun lalu.

Di bawah kepemimpinannya organisasi siswa intra sekolah itu  tampil lebih greget. Ia aktif menggelar diskusi dan mengkampnyekan anti narkoba.

HBL makin populer tatkala menamatkan studinya di bangku SLTA dengan prestasi membanggakan. Ia peraih NEM tertinggi se-Sulut. Di bangku SLTA juga ia pernah tampil sebagai juara lomba pidato dalam bahasa Inggris.

Prestasi tersebut mengantar putri semata wayang pasangan Elly Engelbert Lasut (E2L) dan Telly Tjanggulung (T2) ini memperoleh beasiswa dari Lippo Group di Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH). Ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut.

Dengan ketekunan dan semangat tinggi, HBL menyelesaikan  kuliah SI pada salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Indonesia itu tepat waktu. Ia bahkan selalu meriah IP tertinggi setiap semester.

“Saya baru tahu dia mendapat beasiswa saat hendak masuk UPH. Sebagai orang tua, tentu bangga atas kerja kerasnya dan mendukung semua upayanya,” kata E2L.

Selesai kuliah S1, HBL seharusnya menjadi dosen UPH sebagai permintaan yayasan. Namun, mahasiswi cantik yang  pernah menjuarai debat antarmahasiswa di Jakarta ini memilih untuk melanjutkan S2 di Washington Law University.

Lippo yang melihat potensi dan kecerdasannya tetap menawarinya pekerjaan lain. Ia diberi posisi sebagai wakil direktur pada salah satu mall milik perusahaan keluarga Riady tersebut di Jakarta.

Kepercayaan itu dijawab dengan kerja keras dan cerdas oleh HBL. Memanfaatkan jaringan internet dan sosial media, ia mampu meningkatkan penjualan hampir 100 persen.

Bisa memimpin ribuan karyawan yang notabene lebih tua darinya tentu menjadi prestasi tersendiri HBL. “Ia visioner dan punya jiwa leadership yang kuat,” ungkap Iwan Moniaga, politisi yang pernah berkarier di Lippo Group.

Kemampuan hebat HBL ini rupanya juga dipantau banyak perusahaan. Salah satunya dari Bank Dunia. Ia satu dari dua anak Indonesia yang ditawari Bank Dunia untuk berkantor di Barcelona, Spanyol.

Tapi, tawaran menggiurkan itu tak diterimanya. HBL lebih memilih melanjutkan studi S2 di Washington Law University.

Ia bisa kuliah pada salah satu universitas ternama itu setelah lima guru besar memberinya tiket.

“IQ di atas rata-rata. Saat dites lima profesor menyalami dia dengan hangat. Biasanya dari lima guru besar penguji, ada dua  atau satu yang tidak setuju,” kata Hesty, salah satu teman dekat HBL.

Seperti di UPH, di Washington University Law, HBL juga mampu menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. Yang istimewa ia tetap bisa menjalankan tugasnya sebagai salah satu pimpinan di mall lippo yang berada di kawasan Jakarta Barat.

Kini pengagum Mother Theresia ini sudah bergelar magister hukum. Bekal yang diperolehnya itu menjadi modal berharga menapak karier dan cita-citanya.

HBL satu dari beberapa anak muda yang memberanikan diri terjun ke panggung politik. Ia caleg termuda yang bertarung memperebutkan enam kursi DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Utara (Sulut).

Meski paling muda, politisi milienial ini sangat menjanjikan. Selain pintar, ia cepat beradaptasi dan bisa diterima semua kalangan.

“Dengan segudang prestasinya, HBL layak menyasar kursi DPR RI. Menarik menanti kiprahnya di panggung politik,” ujar Jack Sumerar, aktivis pemuda Sulut. (*/man)

Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *