Caleg Gerindra ini mengaku tanpa pamrih ikut membangun gereja

Manado – Jemaat GMIM Yarden Dendengan Dalam (Dendal) segera memiliki bangunan gereja baru. Pembangunannya ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Pdt. Rio Tumbelaka, MTh yang disaksikan para penatua, syamas serta jemaat, Minggu (27/1/19).
Peletakan batu pertama pembangunan GMIM Yarden Dendal itu diawali dengan ibadah Kunci Taon yang dihadiri kurang lebih 1500 jemaat setempat.
Pendeta Rio Tumbelaka S.Th yang juga Ketua BPMW Manado Timur II dalam khotbahnya mengatakan, membangun sebuah tempat peribatan adalah hal yang biasa, apalagi jika diperkenankan Tuhan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Pnt. Dr. Steven Dandel mengatakan, pembangunan gedung gereja yang baru dimaksudkan untuk mengantisipasi lonjakan pertumbuhan pertumbuhan jemaat yang setiap tahun terus bertambah, dan Gereja tidak mampu menampung jumlah Jemaat saat hendak dilaksanakan Ibadah.

”GMIM Yerden kini memiliki 500-san KK. Artinya Jemaat sudah mencapai kurang lebih 1500 jiwa yang dibagi dalam 21 kolom. Semenatara kapaitas tamping Gereja hanya 250 kursi. Jadi ketika kita beribadah, Jemaat sampai duduk di luar gedung, apalagi jika ada perayaan HRG atau perayaan gerejawi lainnya,” jelas Dandel.

Rencananya akan dibangun gereja berkapasitas 700 tempat duduk, bebas banjir karena tempat peribadatan berada di lantai 2 dan balkon, lantai dasar dipakai untuk tempat parkir yang menampung 20 mobil dan 30 motor serta bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kegiatan perayaan lainnya dan Memiliki fasilitas ramp yang ramah untuk penderita disabilitas,” sambungnya
Menariknya, pada proses peletakkan batu pertama itu, terlihat salah satu sosok pria yang bersama-sama meletakkan batu mengawali pembangunan gedung gereja.

Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata sosok tersebut adalah seorang Calon Legislatif DPRd Kota Manado nomor urut 2 dari Partai Gerindra yakni Suharto Isak Kiu yang merupakan salah satu donatur pada pembangunan gereja tersebut.

Ini adalah bagian dari pemberian diri saya. Sebagaimana kerinduan saya untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Semoga niat baik saya diperkenankan oleh Tuhan yang merancang setiap langakah saya, baik keluarga tetapi juga pekerjaan saya,” kata Suharto usai mengikuti prosesi peletakkan batu pertama itu.

Ia menyatakan bahwa, partisipasi atau bantuan terhadap pembangunan gedung gereja Yarden, murni kepeduliannya tanpa mengharapkan imbalan atau balasan apapun.

Saya memberi tanpa pamrih. Soal pencalegan saya ke DPRD Manado tidak perlu dikait-kaitkan dengan pemerian diri, karena kiprah politik saya adalah milik Tuhan,” ujar Suharto.

Diceritakannya, gedung gereja GMIM Yarden terakhir di bangun pada tahun 1998. Itu sebabnya menjadi penting untuk membangun baru mengingat Jemaat yang semakin bertambah. Selain itu, perlu penambahan fasilitas seperti Aula dan Pastori.

Siapa lagi yang harus membantu Jemaat kalau bukan kita sebagai umat yang diberkati Tuhan. Saya berharap bahwa Ibadah kunci taon dan peletakan batu pembangunan gereja dijadikan sebagai momentum untuk sama-sama memulihkan Gereja Tuhan, menjadi lebih baik,” pungkasnya. (LeKa)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.