Majelis Sidang Bawaslu Nyatakan Felly Runtuwene Tidak Terbukti Melanggar Administratif Pemilu

MANADO, Goldennews – Sidang lanjutan terkait pelanggaran administratif Pemilu dengan terlapor Felly Estelita Runtuwene yang digelar di ruang sidang Bawaslu Sulut, Senin (25/3/2019), dari hasil amar putusan, dinyatakan tidak terbukti melanggar tata cara prosedur pada tahapan Pemilu. Hal ini diungkapkan oleh ketua majelis persidangan Mustarin Humagi SHI usai pelaksanaan sidang.

Humagi mengungkapkan, hasil keputusan majelis itu adalah pertimbangan majelis dari serangkaian seluruh proses pembuktian dalam persidangan.

“Terkait prinsip dalam penanganan pelanggaran administrasi dalam bentuk adjudikasi, majelis hanya memeriksa, menilai dan memutus, artinya bahwa perdebatan dalam bentuk adjudikasi pelapor màupaun terlapor majelis menilai terkait dengan seluruh ràngkaian persidangan tersebut dari hari pertama sampai hari ini tepatnya 14 hari sejak penanganan pelanggaran itu kami tangani,” ungkap Humagi.

Keputusan menolak kata Humagi, ini adalah pertimbangan majelis dalam rapat pleno musyawarah terkait pendalaman substansi atau dalil-dalil atau materi yang disampaikan oleh pelapor.

“Terkait pelangaran pidana yang pernah ditangani sentra Gakumdu Minahasa yang terdiri dari Bawaslu, Kejaksaan dan kepolisian Minahasa, terhadap keputusan Gakumdu tersebut majelis dalam hal ini kami berlima melakukan pendalaman dari keputusan Gakumdu itu dengan keputusan hari ini,” pungkas Mustarin.

Putusan yang dibacakan pimpinan sidang Mustarin Humagi SHI, diputuskan:

1. Menyatakan laporan Bawaslu Kabupaten Minahasa dengan no register 01/TM/ADM/BWSL Sulawesi Utara/PEMILU/III/2019 atas dugaan pelanggaran Administratif Pemilu tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.
2. Menyatakan juga bahwa terlapor tidak terbukti melakukan perbuatan melanggar tata cara, prosedur atau mekanisme pada tahapan Pemilu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
3. Menolak permohonan pelapor untuk seluruhnya.

Pembacaan hasil Keputusan Sidang Bawaslu dilaksanakan di Kantor Bawaslu Propinsi Sulut di Winangun pada Senin (25/03/19) pukul 23.00, untuk koreksi majelis sidang masih memberikan waktu 3 hari sejak putusan dibacakan.

Sementara itu, tim penasehat hukum Partai Nasdem Fendy Ratulangi berterima kasih dengan keputusan ini dan menghargai proses persidangan yang berjalan di Bawaslu Propinsi Sulut.

“Kami sangat berterima kasih dengan hasil ini, hasil yang mendudukan persoalan ini pada betul-betul pada prosedur hukum yang berlaku,” jelas Ratulangi. (**/RK)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.