Nyaris saja gadis cantik belasan tahun dijual

Aparat Kepolisian bersama TSK dan para korban.(ft ist)

 

Manado – Dugaan kasus perdagangan orang atau trafficking kembali terjadi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Untung saja, tindakan tersebut sudah tercium aparat Kepolisian.

Timsus Jatanras Ditreskrimum Polda Sulut bersama Buser Polsek Tikala, berhasil menggagalkan kasus perdagangan orang/trafficking, Sabtu (25/5/3019) di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Polisi berhasil mengamankan lima orang yang terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki. Masing-masing berinisial ABW alias Alen (27) warga Desa Suluun Tiga, Kecamatan Tareran Minsel. FBL alias Florence (29) warga Kelurahan Karombasan Selatan, Kecamatan Wanea.

AT alias Aprilina (18) warga Desa Pranggang Kecamatan Rainis, Talaud. SK alias Seila (19) warga Pulutan Talaud. Sedangkan pria IM alias Imam (35) warga Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang.

Informasi diperoleh media ini, awalnya Polsek Tikala menerima laporan dugaan perdagangan orang berdasarkan Laporan Polisi : LP/253/V/2019/PolsekTikala/RestaManado tanggal 24 Mei 2019. Polsek Tikala kemudian berkoordinasi dengan Timsus Jatanras Polda Sulut.

Dipimpin Panit Jatanras AKP Sugeng Wahyudi Santoso, SIK dan Kanit Reskrim Polsek Tikala Ipda Iyudi Hartanto, STK, berhasil mengetahui keberadaan korban traficking.

“Timsus mendapat informasi bahwa ada dua perempuan yang akan di pekerjakan di salah satu cafe di Sorong Papua, dimana keluarga dari salah satu korban melapor ke Polsek Tikala. Kemudian tim mendapat informasi bahwa korban di sembunyi di salah satu penginapan di Manado, setelah beberapa waktu tim mendapat kabar bahwa korban dan pelaku sudah boarding pass di bandara, kemudian berkordinasi dengan pihak bandara dan akhirnya dapat diamankan,” kata AKP Sugeng.

Setelah diamankan, mereka kemudian di serahkan ke Polsek Tikala untuk proses lanjut. Dari hasil penyelidikan Alen dan Florence adalah muncikari, sedangkan Imam adalah sopir dan dua wanita lainnya adalah korban.(LeKa)

Author: Leriando Kambey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *