Pemkab Sangihe usung tema “dua hari tanpa nasi” di kompetisi pelayan publik

Wagub Steven Kandouw saat menyambangi stand milik Pemkab Sangihe. (ft humas)

 

Sangihe – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sangihe ikut serta dalam pameran kompetisi pelayanan publik se Propinsi Sulawesi Utara yang dilaksanakan di Manado Town Square (Mantos).

Pameran yang dilaksanakan sejak Senin-Rabu (17-19/6/19) itu, Pemkab Sangihe mengangkat tema Two Day’s No Rice (Dua hari tanpa nasi).

Dikatakan Kepala Dinas Pangan, Serni Lalu bahwa, tema Two Day’s No Rice merupakan gerakan dua hari dalam seminggu yaitu hari selasa dan hari jumat tidak makan nasi.

“Karena kalau hanya himbauan dari pemerintah daerah itu pasti tidak akan jalan tetapi jika itu gerakan dari masyarakat kemudian didampingi oleh pemerintah daerah maka pasti itu akan jalan dan itu boleh di buktikan dalam kegiatan selama satu tahun ini”. kata Serni.

Disentil juga dari segi ekonomi dirinya mengatakan, Petani lokal dapat terbantu dengan program tersebut

“Pendapatan masyarakat khususnya petani semakin membaik karena dua hari tidak membeli beras diganti dengan membeli bahan lokal seperti umbi umbian akan membantu perekonomian dari masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut diungkapkan Serni, dari segi kesehatan juga memiliki nilai sendiri, contohnya sagu. Jika dibandingkan dengan beras, sagu memiliki nilai kesehatan yang baik dan sagu juga merupakan makanan khas dari kabupaten kepulauan sangihe dan masih banyak keunggulan yang lainya.

Dirinya juga berharap, hal ini menjadi inovasi daerah untuk di angkat dan gerakan ini membawa masyarakat pada kehidupan yang lebih baik lagi dan lebih fokus lagi untuk menurunkan angka kemiskinan dan indeks manusia juga semakin baik.

Berbagai jenis pangan yang dipamerkan diantranya nugget talas malalugis Tahuna, rol tart Sangihe, Pie ubi talas, lunggi-lunggi Sangihe, dan produk pangan lokal lainya. (jani)

Author: Leriando Kambey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *