Bacalon Walikota Tomohon, SJT akan ikuti mekanisme di PDIP

Tomohon – Tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2020, akan segera bergulir sejak Bulan September 2019.

Khususnya di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kota Tomohon sebagai salah satu daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada yang direncanakan digelar 23 September 2020.

Sherly Joan Tamuntuan (SJT) yang merupakan penduduk asli kota bunga, sebagai salah satu figur yang telah menyatakan diri akan mengikuti kontestasi politik di Kota Tomohon.

Tatap muka SJT bersama masyarakat Kota Tomohon

Dukungan terhadap SJT sebagai bakal calon (bacalon) Walikota Tomohon terus berdatangan. Terbukti, puluhan masyarakat keterwakilan dari 44 kelurahan yang ada di Kota Tomohon, berkumpul di kediamannya SJT, tepatnya Kelurahan Pinaras Kecamatan Tomohon untuk bertatap muka dengan calon yang diidolakannya itu, Jumat (13/9/19).

Laskar Pelangi yang pada beberapa waktu lalu telah mendeklarasikan diri sebagai relawan pendukung SJT, merupakan pihak yang memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dan SJT.

Usai pertemuan itu, kepada wartawan, SJT secara tegas menyatakan akan mencalonkan diri sebagai Walikota Tomohon hanya dengan menggunakan kendaraan politik PDIP bila ditugaskan.

“Bila diperkenankan Tuhan dan didukung masyarakat Tomohon, saya akan maju dalam pencalonan ini. Kalau ditanya menggunakan partai apa, saya akan mendaftar melalui di PDIP. Itu tentunya bila PDIP menerima saya,” kata SJT.

Meski dia adalah kakak tertua dari Rita Dondokambey-Tamuntuan yang tidak lain istri bendahara DPP PDIP sekaligus ketua DPD PDIP Sulut, SJT tetap akan mengikuti mekanisme yang berlaku di partai moncong putih itu.

“Saya akan mendaftar di PDIP sebagai bakal calon Walikota. Karena prosedurnya demikian. Dan pastinya saya sangat menghormati mekanisme yang ada di partai dan memohon dukungan seluruh kader PDIP,” ungkap SJT.

Ketika ditanya alasannya ikut mencalonkan diri sebagai Walikota Tomohon, SJT mengaku terpanggil untuk membawa perubahan di kota itu.

“Kepemimpinan yang saat ini sudah baik. Tapi perlu banyak terobosan untuk membawa perubahan yang begitu nampak dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Saya berkeinginan mensinergiskan prohram antara pemerintah pusat, provinsi dan Kota Tomohon. Dengan begitu, program pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak hanya mengandalkan APBD Tomohon, tapi banyak anggaran dari provinsi dan pusat yang dikucurkan ke Tomohon,” pungkasnya.

Sementara itu, Freddy Ruru, relawan Laskar Pelangi mengatakan, kehadiran masyarakat dalam kegiatan tatap muka bersama SJT pada Jumat lalu, merupakan dorongan dan pernyataan sikap memenangkan SJT di Pilkada Tomohon.

“Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukan SJT, siapa lagi yang akan membawa perubahan yang begitu nyata di Tomohon. Kami meyakini, SJT mampu membawa perubahan di kota ini. SJT harga mati calon Walikota Tomohon,” seru Ruru. (LeKa)

Author: Leriando Kambey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *