Gunakan Dana Pribadi, Braien Waworuntu Gelar Reses di Desa Rambunan dan Rumengkor

MINAHASA, Goldennews – Bertempat di dua lokasi berbeda, anggota DPRD sekaligus ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu melaksanakan kegiatan reses pertama masa sidang 2019.

Guna menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya yaitu Minahasa-Tomohon, politisi NasDem itu menggelar kegiatan tersebut tanpa memakai anggaran dana reses yang ada, melainkan memakai dana sendiri atau uang pribadi.

Pria yang akrab disapa BW ini menjelaskan alasannya untuk tidak memakai dana reses dari sekretariat DPRD Sulut, karena ia menilai bahwa masyarakat lebih memerlukan anggaran tersebut.

Dalam resesnya, BW kebanjiran aspirasi yang datangnya dari masyarakat, dengan berbagai keluhan.

Seperti di Desa Rumengkor Jaga 1 Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, Hukum Tua Jhoni Mingga mengeluhkan terkait jalan SMK dan SMP N 1 Rumengkor yang sering kena dampak longsor disaat hujan turun. Kepada BW, Hukum Tua meminta agar dibuatkan talud, dan pembuatan jalan menuju air terjun Rumengkor, guna mendongkrak pariwisata di Desa tersebut.

Begitupun sebaliknya, Kaur Umum Desa Rumengkor bapak Jefri, meminta adanya beasiswa bagi anak muda didesanya, untuk dapat masuk ke jenjang perguruan tinggi, serta tarian budaya Kabasaran diperhatikan.

Menanggapi keluhan masyarakat Rumengkor, BW mengatakan, setiap permasalahan yang dilontarkan, akan dilihat kewenangannya apakah menjadi kewenangan Provinsi atau Kabupaten. Tetapi intinya, keluhan-keluhan serta usulan yang disampaikan akan di koordinasikan ke Dinas terkait sesuai dengan aspirasi yang telah disampaikan.

“Nantinya, Koordinasi ini akan disampaikan juga di lintas Komisi dan juga Fraksi. Pasti akan diperjuangkan,” kata BW.

Sementara, di Desa Rambunan, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, aspirasi datang dari Hukum Tua Villi Sangkai yang meminta adanya beasiswa bagi para mahasiswa Desa Rambunan dan pelatihan khusus untuk anak-anak putus sekolah, juga bantuan buat para peternak.

Selain itu, Sekretaris Desa Rambunan Michel Sambuaga mengeluhkan kurangnya suplay air bersih yang masuk, kiranya hal ini dapat diperhatikan, dan adanya pengembangan UKM kecil dan seni/budaya dan pengembangan Polindes, karena Fasilitas yang ada sekarang perlu di rehab.

Menjawab keluhan warga Rambunan, BW mengungkapkan, untuk bantuan para peternak nantinya, agar dapat dibuat kelompok ternak dan memasukkan proposal ke dinas terkait. Karena, hal tersebut ada anggarannya untuk para kelompok ternak.

“Aspirasi-aspirasi lainnya pasti saya akan perjuangkan di gedung DPRD Sulut,” ungkap BW. (Ein)

Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *