TNI/Polri dan Warga Agape Tumaluntung Bersinergi Dalam Perbaikan Balai Pertemuan Al Hidayah

MINUT, Goldennews – Pasca perusakan Balai Pertemuan Umum (BPU) Al Hidayah Perumahan Agape Griya Tumaluntung, Kecamatan Kauditan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab pada beberapa hari lalu, Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Utara bersama Kodim 1310/Bitung dan juga warga kompleks perumahan yang beragama Muslim dan Kristiani melakukan kerja bakti sekaligus perbaikan sejumlah bagian bangunan yang rusak.

Kegiatan tersebut, dipantau langsung oleh Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK, MSi juga Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat S. Sos.

Guna menjaga toleransi antar umat beragama yang sudah lama terjalin, Kapolres Minahasa Utara AKBP Grace Rahakbau SIK MSi mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan berita-berita hoax.

“Situasi sudah aman, sudah kembali kondusif. Jangan terprovokasi dengan berita-berita hoax ataupun berita yang tidak benar. Kalau mau melihat langsung, silahkan update berita terbaru sehingga mengetahui bahwa saat ini kompleks agape sudah tidak ada lagi ketegangan,” katanya, Jumat (31/1/2020).

Kapolres menegaskan, bagi masyarakat luar daerah Sulawesi Utara, yang tidak ada sangkutannya dengan kejadian di kompleks perumahan Agape, untuk tidak datang menimbulkan masalah baru, karena situasi sudah aman.

“Kami mengimbau masyarakat luar yang tidak ada urusan dengan kompleks Agape, jangan datang kemari, kemudian untuk memberikan salah satu masalah baru, sementara masyarakat didalam sini, sudah saling hidup rukun kembali, yang Muslim dan Kristen sudah kembali bekerjasama, untuk memberikan yang terbaik buat kompleks Agape,” tegasnya.

Terkait motif dari pelaku perusakan, Rahakbau menerangkan bahwa, masih dalam pengembangan, dan saat ini kasus tersebut sudah diserahkan ke Diresrimum Polda Sulut menangani langsung pemeriksaan.

“Jadi masih dalam pemeriksaan. Untuk pemeriksaan sementara di Polda, tersangka 3 orang, di Polres Minut ada 3 orang. Yang mana, kejadian itu kemarin sore, ketika ada kunjungan dari jamaah masjid diponegoro. Jadi, 3 orang itu masih dalam tahap pemeriksaan di Polres Minut, dan akan diserahkan ke Dirkrimum hari ini,” tukas Rahakbau.

Lebih lanjut dikatakan Rahakbau, Polres Minut sudah melakukan kesepakatan bersama kemarin (29/1/2020), kemudian besok (1/2/2020) itu akan ditindak lanjuti lagi.

“Selain kesepakatan Forkopimda dan pimpinan atas, besok itu akan ada pertemuan dengan masyarakat bawah, baik para masyarakat muslim dan kristen kemudian hukum tua, kepala jaga, dan semua yang terlibat yang dibawah, sehingga kesepakatan yang di atas itu, bukan hanya menjadi konsumsi yang atas saja, tetapi yang bawah juga ada, dan akan dibuat secara tertulis. Sehingga semua menyepakati, dan akan melaksanakan kesepakatan tersebut diwaktu-waktu yang akan datang, sambil menunggu surat pendirian masjid ini secara resmi, diurus dan disahkan oleh Pemda. Ketika peizinan yang diajukan sudah di Acc (Disetujui) oleh Bupati, maka secara resmi mungkin akan dijadikan masjid di sini,” ujarnya. (Ein)

Author: Rein Kaminang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *