Masyarakat Perum Agape Tumaluntung Sepakati 8 Poin Deklarasi Damai, Ini Hasilnya

MINUT, Goldennews – Setelah melakukan mediasi terkait masalah perusakan balai pertemuan Al Hidayah, akhirnya warga Muslim dan Nasrani Perum Agape Tumaluntung, Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara, sepakat deklarasikan perdamaian.

Kesepakatan damai tersebut terjalin saat digelarnya ‘Deklarasi Damai Masyarakat Tumaluntung Bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat Dengan Forkopimda Kabupaten Minahasa Utara’ di Aula Mapolres Minut, Sabtu (1/2/2020).

Diungkapkan Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK, MSi, perbaikan sejumlah bangunan balai pertemuan yang rusak, saat ini sudah berlangsung dan hampir rampung.

“Setelah perbaikan yang dilakukan oleh kami Forkopimda, tidak boleh lagi perbaikan perubahan atau pembangunan tambahan, sambil menunggu perizinan,” ungkapnya.

Sambil menunggu perizinan itu turun, Rahakbau menuturkan bahwa, saudara-saudara kita umat muslim di kompleks Agape, boleh melaksanakan Sholat di sana.

“Namun, persyaratan mereka, mereka tidak akan menerima siapapun dari luar yang akan datang untuk melaksanakan Sholat ataupun memberikan ceramah di sana. Mereka ingin, umat Muslim yang di Agape yang di sana itu, mereka saja yang melakukan Sholat ditempat tersebut. Kemudian, tidak ada pengerah suara untuk sementara, sehingga tidak menimbulkan hal-hal lain,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Rahakbau, kesepakatan itu merupakan kesepakatan bersama masyarakat Muslim dan Kristen di Perum Agape.

“Kami hanya mendukung dan mengawal kesepakatan tersebut,” katanya.

Selain itu, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat S. Sos menegaskan bahwa, menyikapi permasalahan tersebut, dirinya dan Kapolres Minut tidak memihak kepada siapapun dalam hal ini.

“Saya, Kapolres, netral semua untuk keamanan dan kenyamanan di situ. Tidak ada kita berpihak kepada siapapun. Kita berpikir untuk keutuhan umat, jangan ada provokator. Di Agape sekarang sudah aman, damai, tenteram,” tegasnya sambil mengajak masyarakat untuk mengabarkan informasi ini ke media sosial bahwa Tumaluntung sudah aman.

Berikut ini 8 poin deklarasi kesepakatan damai masyarakat Agape Tumaluntung :

  • Kami masyarakat Minahasa Utara khususnya warga masyarakat Desa Tumaluntung di dalamnya masyarakat Perum Agape merupakan bagian dari NKRI dan menolak tindakan radikal, intoleran, dan melawan segala bentuk penyebaran hoax, fitnah dan ujaran kebencian.
  • Kami masyarakat Minahasa Utara khususnya warga masyarakat Desa Tumaluntung di dalamnya masyarakat Perum Agape saling mengembangkan sikap toleransi, tenggang rasa dan saling menghormati.
  • Kami masyarakat Minahasa Utara khususnya warga masyarakat Desa Tumaluntung di dalamnya masyarakat Perum Agape selalu berjuang untuk tegaknya hukum dalam mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan kerukunan hidup demi mencapai kebahagiaan bersama.
  • Kami masyarakat Minahasa Utara khususnya warga masyarakat Desa Tumaluntung di dalamnya masyarakat Perum Agape mengedepankan rasa aman dan nyaman serta mewujudkan semboyan Torang Samua Basudara.
  • Proses perizinan pendirian tempat ibadah agar dilakukan secara resmi dan berjenjang sesuai aturan yang berlaku dan harus mendapat rekomendasi dari semua instansi yang berwenang serta mendapat pengawalan sampai tuntas.
  • Perbaikan balai pertemuan umat muslim di Perum Agape sudah dilakukan dan tidak dilakukan penambahan pembangunan sampai ada izin.
  • Sambil menunggu surat izin dikeluarkan maka untuk sementara umat muslim Perum Agape boleh mendirikan shalat, hanya untuk umat muslim Perum Agape dan untuk sementara tidak menggunakan pengeras suara.
  • Seluruh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa Utara mendukung keputusan deklarasi damai.

Turut hadir dalam deklarasi tersebut Kepala PN Airmadidi Mohamad Soleh SH MH, Kajari Minut Fanni Widiyastuti SH MH, Sekda Minut Jimmy Kuhu MA, Asisten 1 Pemkab Minut Jeane Simon, Ketua FKUB Minut Pdt Rubben Renggi Sth, Kepala Kantor Depag Minut Anneke M Paruntu, Kaban Kesbangpol Minut Frosman Dandel, Ketua LSM BADAI Minut Toar Walukow, Staf Ahli Gubernur Sulut H Husein Tuahuns, Ketua MUI Minut Ir. H. Badlowi Ibnu Hajar. (Ein/lan)

Author: Rein Kaminang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *