Pemkot Manado Fungsikan Incenerator, Pencinta Alam Sulut “Ancam” Demo

Jemmy Makasala, pemerhati lingkungan

Manado – Pengadaan incenerator oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado yang bertujuan mengurangi pasokkan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, tampaknya tidak hanya dipersoalkan lembaga DPRD Kota Manado.

Pasalnya, para pencinta alam Sulawesi Utara (Sulut) meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Manado untuk tidak mengoperasikan incenerator yang menghabiskan kurang lebih 11,5 miliar dari APBD Kots Manado.

Hal itu diungkapkan Jemmy Makasala, pemerhati lingkungan yang merupakan senior penggiat alam bebas (pendaki gunung) di Sulut.

Dikatakan Jemmy, incerator milik Pemkot Manado tidak boleh difungsikan karena memberikan dampak buruk pada kelestarian alam dan mengancam kesehatan masyarakat.

“Hingga saat ini, udara di Provinsi Sulut terhindar dari pencemaran. Bila incenerator difungsikan, kami khawatir akan mencemari udara sehingga tidak menyehatkan,” kata Jemmy.

Alumni Politeknik Manado itu mengatakan, difungsikannya incenerator sebagai solusi penanganan masalah di Kota Manado adalah kebijakan yang tidak tepat.

“Masalah sampah bisa teratasi, ancaman kesehatan masyarakat dan kelestarian alam yang jadi taruhan. Bila incenerator difungsikan, kami khawatir akan mengeluarkan zat zat berbahaya. Zat itu tentunya mencemari udara yang kita hirup,” kata dia.

Ia pun menegaskan, bila kedepannya Pemkot Manado tetap memfungsikan incenerator tersebut, maka pihaknya akan menggelar aksi.

“Kalau permintaan kami ini diabaikan, pasti seluruh anak pecinta alam di Sulut akan turun demo. Jangan hanya masalah sampah, kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan yang jadi taruhan. Jadi, kami meminta agar Pemkot Manado tidak mengabaikan permintaan kami ini,” seru Jemmy.

Untuk diketahui, berdasarkan data Fanpage Forum Komunitas Pecinta Alam (FKPA) Sulut, sebanyak kurang lebih 34.000 orang jumlah penggiat alam bebas atau pecinta alam di Sulut.

Author: Leriando Kambey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *