Antisipasi Covid-19, Jam Operasional Pelaku Usaha di Kecamatan Poigar Dibatasi

BOLMONG, Goldennews – Mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), Pemerintah Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) membatasi jam operasional bagi para pelaku usaha yang berada di wilayahnya, dengan mengeluarkan instruksi Camat Poigar No.100/C.6/160/III/2020 pada tanggal 24 Maret 2020.

Jam operasional ini dibatasi hingga pukul 21:00 WITA dan berlaku untuk Indomaret, Alfamart, rumah makan, warung makan, restoran, cafe, salon dan pertokoan lainnya.

Camat Poigar Deddy R. Mokodongan S. Sos, MM menegaskan bahwa, pada jam itu juga, tidak ada lagi orang yang berkerumun dan berkeliaran di jalan-jalan.

Selain instruksi tersebut, Mokodongan menyebutkan, Pemerintah Kecamatan Poigar juga telah mengambil langkah antisipatif guna memutus rantai penyebaran covid-19 dengan memerintahkan seluruh ASN jajaran Kecamatan Poigar, Sangadi dan perangkat desa untuk tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah.

“Kami juga telah meminta sangadi untuk menata anggaran pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di APBDes 2020, di mana anggaran itu peruntukannya antara lain untuk pembelian bahan desinfektan untuk menyemprot semua rumah-rumah penduduk, dan fasilitas umum seperti masjid, gereja, balai desa, kantor desa dan lain-lain, serta pembelian masker dan obat-obatan,” ujar Mokodongan, Rabu (25/3/2020).

Lanjut dikatakan Mokodongan,”Kami juga bekerjasama dengan Puskesmas Poigar, telah melakukan penyemprotan desinfektan ke kantor-kantor pemerintah dan fasilitas publik lainnya di kecamatan,” katanya.

Dia (Camat, red) pun mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Kecamatan Poigar agar senantiasa mengikuti instruksi pemerintah, meski dirasakan sulit.

“Sadarlah bahwa, kebijakan pemerintah itu untuk menyelamatkan rakyatnya dan kita semua dari Pandemi Covid-19, dan kebijakan tersebut tidak selamanya. Karena, namanya wabah atau pandemi seperti penyebaran virus Covid-19 ada masanya untuk redah. Yang penting, kita harus memutuskan rantai penyebarannya dengan cara sosial distancing atau membatasi interaksi sosial degan tinggal di rumah dan menjaga jarak degan sesama,” pungkasnya. (Ein)

Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *