Taufik Tumbelaka Angkat Bicara Terkait Wacana Penundaan Pilkada Serentak 2020

MANADO, Goldennews – Penyebaran virus corona (Covid-19) di Sulawesi Utara khususnya, berdampak cukup besar. Akibatnya, wacana penundaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 pun muncul.

Pengamat politik dan pemerintahan Taufik Tumbelaka mengatakan, saat ini kita dihadapkan dengan suatu situasi dan kondisi yang tidak kita harapkan bersama yaitu penyebaran virus corona (covid-19).

“Pemerintah terlebih di Sulut otomatis kewalahan menghadapi karena menghadapi wabah ini membutuhkan biaya sangat besar,” kata alumnus UGM ini.

Diungkapkan Tumbelaka, pemerintah di Sulawesi Utara, pemerintah provinsi dan 7 pemerintah kabupaten/kota, sebelumnya telah terpaksa melakukan efisiensi APBD guna mensukseskan Pilkada serentak pada 23 September 2020.

“Untuk Pilkada Gubernur Sulut saja, APBN Sulut terserap sekurangnya Rp 360 miliar, itu masih diluar APBD di 7 kabupaten/kota,” ungkapnya.

Menurut direktur Tumbelaka Academic Centre (TAC) ini, munculnya wacana penundaan Pilkada Serentak tahun 2020 dengan harapan, anggaran Pilkada serentak dapat digeser untuk menghadapi masalah virus corona dan dampak ekonomi lainnya adalah wacana menarik dan patut didalami secara serius.

“Hal ini karena, ada potensi besar dampak sampingan dari penyebaran virus corona adalah pelemahan ekonomi dan tentunya daya beli masyarakat khususnya masyarakat kecil,” tutur Tumbelaka.

Dia (Tumbelaka, red) pun berharap, para pemimpin dan elit politik di Sulut bersatu guna memikirkan wacana penundaan pilkada serentak 2020 ini.

“Supaya, jika nantinya diperlukan langkah taktis dan strategis untuk diajukan ke pemerintah pusat, sudah ada persepsi dan harapan yang bulat utuh,” harap Tumbelaka sembari menambahkan catatan untuk di Sulut, hampir semua yang mengadakan Pilkada serentak masa jabatan kepala daerah sampai 2021. (Ein)

Author: Rein Kaminang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *