Bawaslu Minsel Waspadai Pelanggaran Gaya Baru Pilkada di Masa Pandemi

Amurang 19 Juni 2020, goldennews.co.id-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Minahasa Selatan (Minsel) mewaspadai pelanggaran Pemilu gaya badi pada pelaksanaa Pilkada serentak 9 Desember 2020. Potensi pelanggaran Pilkada gaya baru itu berpotensi terjadi di masa pandemi.

Demikian disampaikanKoordinator Divisi Hukum Bawaslu Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Franny Sengkey kepada wartawan Jumat (19/6/2020) siang. Potensi pelanggaran jenis baru dalam ajang Pilkada 2020 pada masa pandemic covid-19 menurut Franny di antaranya terkait pembagian masker oleh tim sukses di sekitar TPS, apalagi masker yang berlogo paslon. Kata dia bisa saja terselip uang di dalamnya.

Pada bagian lain kata Sengkey, dalam ranah tahapan kampanye, baik penyelenggara, peserta, maupun pemilih harus banyak beradaptasi. Menurutnya lagi protokol kesehatan jelas melarang untuk melakukan kampanye pertemuan yang menghadirkan banyak orang.

Hampir pasti pertemuan yang sifatnya sangat massif butuh prasyarat, bahkan mungkin bisa jadi tidak dilakukan,”terangnya mengutip pernyataan anggota Bawaslu RI.

“Jadi pelanggaran jenis baru dalam Pilkada serentak mendatang sangat berpotensi terjadi di Minsel. Jadi kami akan mengantisipasinya dengan sangat cermat, sehingga peluang-peluang terjadinya pelanggaran gaya baru dapat kita redam,”ujar Sengkey.

Selanjutnya kata Sengkey, untuk meredam pelanggaran gaya baru itu, maka perlu adanya FGD dengan seluruh jajaran Panwascam se-Kabupaten Minsel.

”Sebelum Pilkada serentak, tentu kita perlu menggelar FGD. Ini penting karena lewat FGD semua panwascam se-Kabupaten Minsel kembali mendapat pembekalan guna terciptanya Pilkada yang jujur dan adil. Jika kita menemukan hal pelanggaran seperti itu, langsung kita proses dan sanksinya tentu berat,” pungkasnya. (*/yuk)

Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *