Distribusikan APD ke Tenaga Ad Hoc, Bawaslu Minsel Kedepankan Protap Kesehatan dalam Pengawasan

Amurang 24 Juni 2020, Goldennews.co.id-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Minahasa Selatan (Minsel) berupaya untuk memaksimalkan kegiatan pengawasan tahapan dan pelaksanaan Pilkada 2020. Mengingat masa pandemi coronavirus disease 2019 atau Covid-19, maka Bawaslu Minsel sangat mengedepankan protap kesehatan.

Dalam konteks itu, Bawaslu Minsel mengadakan Alat Pelindung Diri (APD) dan mendistribusikannya di jajaran ad hoc sampai ke semua kecamatan. APD yang didistribusikan itu adalah face shield, handscoon, handsanitizer, vitamin masker, rompi, topi dan I’d card khusus

Dengan distribusikannya APD, semua pengawas dan petugas lapangan akan bisa menjalankan tugas dengan baik. Kebetulan di bulan Juni, KPU melakukan verivikasi factual atau verfak.

 “Berdasarkan PKPU 5 tahun 2020 jadwal verfak dilaksanakan selama dua pekan. Atau empat belas hari kalender. Dimulai pada 29 Juni hingga 12 Juli. Kami sementara melakukan koordinasi dengan KPU Minsel soal inui,” ungkap Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem di Amurang, Rabu (24/6/2020).

Metode pengawasan menurut Keintjem dilaksanakan secara protokol covid-19. Apalagi verfak dilakukan secara door to door.

“Pengawasan akan dilakukan oleh masing-masing PKD yang ada. Untuk desa atau kelurahan dengan kepadatan penduduk tinggi akan didistribusikan tim sekretariat panwas kecamatan membantu PKD. Begitupun untuk wilayah yang tidak ada pendukung calon independen, panwasnya akan juga diperbantukan melalukan pengawasan di wilayah yang butuh pengawasan ektra,” ujarnya.

Dia mengingatkan panwas kecamatan amat terlebih pengawas kelurahan dan desa, apabila dalam proses verfak kemudian ditemui ada PPS yang enggan menggunakan APD maka wajib diberhentikan tahapan verifikasi faktual tersebut.

“Ini menjadi catatan penting. Jika ditemukan ada warga yang menyatakan dukungan tidak berada di tempat, pihak liaison officer (Lo) calon independentwajib menfasilitasi. Apakah dikumpulkan di suatu tempat atau melalui daring sekalipun,” tegas Keinjem.

Soal durasi waktu pada tahapan verfak setiap hari, Keintjem mengingatkan KPU supaya konsisten.“Jangan sampai jadwalnya berubah-berubah. Makanya pentingnya koordinasi sesama lembaga penyelenggara,” ucapnya. (*/yuk)

Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *