Jaga Ketahanan Pangan, Sanggar Seni Simphony Geluti Tanaman Hidroponik

Manado, golendenews.co.id-Dampak pandemi corona mengharuskan berbagai kalangan terpaksa bekerja dari rumah. Hal ini memicu Sanggar Seni Simphony (SSS) yang selama ini menggelar kegiatan berupa pembelajaran agama, seni rebana dan seni hadrah otomatis terhenti sesaat.

Alhasil, ide untuk tetap mengabdi pada umat beralih pada konsep ketahanan pangan dengan menanam sayur organik melalui sistem hidroponik.

Berlangsung sejak satu semester terakhir, sejak dari awal pembuatan green house sampai pada penyelesaian instalasi akhirnya SSS yang bertempat di Kelurahan Tuminting ini telah berhasil memanen sejumlah sayuran semisal, kangkung, bayam, caisi dan pakcoy. Uniknya, pembuatan sekitar 1.500 lubang tanam ini murni swadaya mandiri .

Ketua SSS, Amy Kangiden Haji Ali mengatakan usaha di bidang pertanian tidak hanya menggunakan sistem tanam hidroponik semata. Mereka juga menanam bibit cabe rawit dengan pola konvensional. Bibit itu ditanam di lahan tidur di seputaran kompleks. Lahan yang awalnya dipenuhi semak belukar kini disulap menjadi area yang menghasilkan.

“Nilai edukasi yang berusaha kami tanamkan adalah mengubah pola hidup yang konsumtif menjadi produktif. Ini omatis akan memberikan penambahan income,” ujar pria yang selalu berpenampilan plontos ini kepada wartawan di Manado, Senin (29/6/2020) malam.

Selang satu semester terakhir menurut dia telah ada delapan areal kapling rumahan yang telah menjadi lahan produktif baik itu penanaman konvensional berupa cabe rawit, singkong, mentimun, dan terong menjadi item penanaman oleh sejumlah warga sekitar lokasi SSS.

Lebih dari itu, sejumlah produk sayur organik unggulan telah berhasil menembus pangsa pasar supermarket dan swalayan dengan kemasan yang lebih elegan berlabel Simphony Sehat. (*/yuk)

Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *