Survei Cermin Keinginan Rakyat, Golkar Diminta Tidak Lari dari Rel Itu

Manado, goldennews.co.id- Suara Golkar adalah suara rakyat. Sejumlah kader dan simpatisan Partai Golkar di daerah Nyiur Melambai meminta  pengurus DPP dan DPD Golkar Sulut benar-benar tidak mengkhianati suara rakyat tersebut dalam penentuan atau penetapan calon yang diusung di Pilkada serentak 2020.

Bagaimana mengetahui soal calon atau figur yang diinginkan masyarakat? Salah satunya melalui survei lembaga kredibel.

“Survei itu cerminan aspirasi atau keinginan rakyat. Elit DPP dan DPD Golkar Sulut jangan mengabaikannya,” ujar Hesky Naray.

Hesky Naray setia bersama Jimmy Rimba Rogi (stimnewa)

Dalam konteks itu, Golkar diminta untuk tidak ragu mengusung Jimmy Rimba Rogi atau Imba di Pilwako Manado dan Syerly Adelyn Sompotan atau SAS di Tomohon. Imba dan SAS di berbagai survei unggul dari kandidat lainnya di wilayah masing-masing.

“Imba sudah dapat rekomendasi. Tapi, SK juga belum diberikan. Ingat sampai saat ini survei Imba masih yang tertinggi. Mohon doa agar berjalan sesuai rencana,” kata mantan anggota DPRD Manado ini.

Di Tomohon juga SAS leading di-survei. Hanya saja partai yang dipimpin Airlangga Hartarto itu masih ragu memberikan rekomendasi dan SK kepada Wakil Bendahara DPD Golkar Sulut tersebut. Selain SAS juga ada anggota DPRD Tomohon Micky Wenur dan puteri Wali Kota Tomohon Jimmy Eman yakni Jilly Gaby Eman atau JGE.

SAS dan JGE (istimewa)

Sumber resmi internal Golkar mengisahkan molornya penetapan untuk Tomohon karena JGE dan tim juga ngotot mendapat SK. Padahal dari tiga figur yang disebut, survei JGE paling rendah.

“Survei sudah berulang-ulang. JGE kalah dari SAS dan Micky Wenur. Bahkan survei kedua ini, hasil untuk JGE melorot. Malah turun jadi 10 persen. Sementara SAS di kisaran 32 persen. Tapi Golkar beri signal ke JGE soal SK. Ironis dalam konteks perjuangan memenangkan Pilkada,” ungkap sumber DPD 1 Golkar Sulut, yang meminta namanya tidak dibeber.

Ia mengingatkan elit DPP untuk benar-benar menempatkan kedaulatan rakyat dalam bingkai demokrasi. “Golkar akan ditinggalkan kalau mengkhianati aspirasi dan keinginan rakyat,” ucapnya.

Terpisah, peneliti politik Sulut Fred Beny Sumual SIP berharap Golkar sebagai partai besar memberikan keteladanan dalam berdemokrasi. “Kedaulatan dan aspirasi atau suara rakyat sebagaimana slogan Golkar itu kekuatan demokrasi. Jangan lari dari rel itu,” imbuhnya. (*/yuk)

Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *