Komisi IV DPRD Sulut Terima Aspirasi Forum Perguruan Tinggi Bolmong Raya

MANADO, Goldennews – Forum Perguruan Tinggi Swasta Bolaang Mongondow Raya mendatangi kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara guna menyampaikan aspirasinya lewat Komisi IV terkait bantuan jaring pengaman sosial bagi mahasiswa, dosen dan pegawai administrasi akibat dampak covid 19.

Dalam penyampaiannya, Ketua Forum Perguruan Tinggi Swasta Bolmong Raya Supit Mamuaja didampingi Dr. Ridwan Lasabuda selaku penasehat serta Sekretaris Dr (Can) Muliadi Mokodompit berharap Komisi IV bisa memperjuangkan aspirasi terkait nasib Perguruan Tinggi Swasta di Bomong Raya terlebih ditengah situasi pandemi covid 19.

“Sebelumnya kami selalu menerima bantuan pendidikan dari Pemprov Sulut melalui Dinas Pendidikan Sulut tapi empat tahun terakhir ini bantuan tersebut tidak pernah lagi kami terima,” kata Supit Mamuaja, Senin (31/8/2020) saat RDP dengan Komisi IV di gedung Kantor DPRD Sulut.

Menurut Mamuaja, dampak dari pandemi ini tidak hanya pada kualitas kesehatan masyarakat, juga pada kualitas ekonomi maupun kondisi sosial masyarakat. Salah satu sector yang berdampak akibat pandemi COVID-19 adalah sektor perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta, akibat melemahnya kualitas ekonomi orang tua mahasiswa. Sedangkan perguruan tinggi swasta hanya mengandalkan keberlangsungan proses belajar mengajar-nya dari biaya pendidikan mahasiswa sebagai pemasukan utamnya.

“Pendidikan tinggi dianggap sebagai basis bagi terciptanya individu berintegritas (well-educated), sangat disayangkan apabila mahasiswa karena keterbatasan dan persoalan finansial di masa Pandemi ini harus memupus semangatnya menempuh di pendidikan tinggi,” ujarny.

Mamuaja menambahkan, wilayah Bolaang Mongondow Raya (4 Kabupaten, 1 Kota), setelah 75 tahun Indonesia Merdeka, indeks pembangunan manusia-nya (pendidikan, kesehatan, kesejahteraan) masih rendah dibandingkan dengan Kabupaten lain di Provinsi Sulawesi Utara, padahal sumberdaya alamnya melimpah (pertambangan mineral, pertanian, kelautan).

“Di Bolaang Mongondow Raya, terdapat 11 PTS yang melayani kebutuhan masyarakat lokal akan pendidikan tinggi, karena di wilayah ini belum ada satupun Perguruan Tinggi Negeri yang dibiayai oleh pemerintah,” ungkapnya.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan FPTS MBR tersebut, Ketua Komisi IV Braien Waworuntu mengatakan akan menindaklanjuti persoalan ini serta mencari jalan keluar.

“Kami berharap Pemprov dalam memberikan bantuan khususnya untuk Perguruan Tinggi harus merata. Jangan ada kesan mereka seolah-olah mereka PerguruanTinggi di Bolmong Raya dianak tirikan apalagi sudah 4 tahun ini belum ada bantuan yang diberikan kepada PTS disana,” tegas Waworuntu.

Hal senada juga disampaikan personel Komisi IV Yusra Alhabsyi, bahkan memberi apresiasi upaya Forum Perguruan Tinggi Swasta Bolaang Mongondow Raya yang membawa persoalan tersebut melalui lembaga legislatif.

“Sebagai bagian dari masyarakat Bolmong raya tentu saya sangat prihatin dengan IPM di Sulawesi Utara ternyata Bolmong termasuk bagian dalamkategori rendah plus minus Kotamobagu dan ini sudah menjadi problem lama dan ini yang perlu kita dorong bersama paling tidak kita harus memikirkan bagaimana caranya keluar dari kategori rendah, dan ini menjadi urusan Komisi IV yang bermitra dengan pendidikan paling tidak memberikan pandangan kepada pemerintah dari sisi konsep maupun dari segi support anggarannya,” pungkas Alhabsyi.

Alhabsyi menuturkan bahwa apa yang disampaikan Forum Perguruan Tinggi Swasta Bolaang Mongondow Raya nantinya akan dilakukan kroschek melalui Dinas Pendidikan, termasuk koordinasi bersama Komisi II sebagai mitra kerja biro keuangan minimal empat tahun terakhir perguruan tinggi swasta mana yang sudah mendapatkan bantuan .

“Yang dikhawatirkan jangan sampai ada perguruan tinggi tahun ini dapat bantuan kemudian tahun depan dapat juga dan seterusnya, sementara ada perguruan tinggi yang sangat butuh bantuan Pemprov jarang tersentuh,” tuturnya.

Author: Rein Kaminang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *