Bawaslu Minsel Minta ASN dan TNI-Polri Jangan Terseret Politik Praktis

Amurang 2 September 2020, goldennews.co.id-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Minahasa Selatan (Minsel) mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri serta perangkat desa untuk tidak terlibat praktis. Peringatan itu disampaikan Bawaslu Minsel jelang pendaftaran bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati di KPU Minsel.

Bawaslu tak ingin ASN dan TNI-Polri terseret dalam politik praktis. “Aturan jelas menyatakan ASN, TNI, Polri sampai perangkat desa tidak boleh ikut politik praktis,” kata Komisioner Bawaslu Minsel Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa dan Hubungan Masyarakat (HP3SHM), Franny Sengkey kepada wartawan di Amurang, Rabu (2/9/2020).

Tiga komisioner Bawaslu Minsel (ist)

Ia menyebut ada sanksi pidana bagi aparat desa yang tidak netral dalam pesta demokrasi. “Khusus bagi ASN, jika ada yang melanggar aturan, maka akan diproses bentuk pelanggaran yang ada dan kemudian dibawa ke Komisi ASN dan TP Pemilu,” ujar Franny.

Sejauh ini sudah ada lima ASN yang dilaporkan warga ke Bawaslu Minsel karena dianggap tidak netral. Kelima orang tersebut menurut Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintem sudah diproses dan nama-namanya ada di Komisi ASN.

“Kami harap supaya ASN tidak bertindak gegabah dan tahu rambu-rambu atau aturan dalam pilkada. ASN selalu dituntut untuk netral,” ucap Eva. (*/gre)

Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *