Halangi Kerja Jurnalis, Perlakuan Mingkid Dapat Kritikan Pedas

Minut – Goldennews.co.id – Arogansi jabatan dipertontonkan Asisten II Pemkab Minut Allan Mingkid terhadap tugas jurnalis, ketika wartawan sedang melakukan peliputan kegiatan PJs Bupati Minut Clay Dondokambey, SSTP, MAP.

Perangai Mingkid yang arogan ini menegur dan tidak mengizinkan wartawan melakukan perekaman kegiatan Rapat EPRA Pemkab Minut dengan alasan rapat dan tidak bisa dilakukan peliputan. Padahal ruang rapat adalah ruang atrium yang terbuka yang bertempat di Atrium Kantor Bupati Minut pada Rabu (14/10/2020).

Prilaku yang tidak sepantasnya dan sangat memalukan oleh pejabat utama pemkab Minut ini, sangat bertentangan dengan sikap PJs Bupati yang sangat familiar dengan tugas dan fungsi Wartawan peliputan biro

Menurut Diana Massie wartawan Biro Minut, dirinya saat melakukan peliputan dan perekaman audio pelaksanaan rapat EPRA pemkab Minut yang dilaksanakan di Atrium Kantor Bupati, pada sesi penjelasan kepala BKD terkait pakaian dinas setiap ASN, tiba-tiba Allan Mingkid yang adalah asisten II Setdakab Minut langsung menyampaikan dengan menggunakan pengeras suara dengan menyampaikan tidak boleh melakukan perakaman dan melarang Massie yang saat itu berada di salah satu pelantang audio bermaksud merekam.

“Tolong jangan dulu direkam itu pak-bu kita lagi rapat dinas ini tolong jangan di tekam maaf maaf ya,” kata Allan beralasan dan tetap tidak mengizinkan kegiatan peliputan.
Massie yang memang membutuhkan audio sebagai bahan berita, ketika mendapat perlakukan tersebut sangat kecewa

“Suara itu sangat perlu bagi kami media radio. Kami kan akan juga mensosialisasikan ke masyarakat, kerja serta upaya Pemkab Minut dalam penegakan aturan. Kalau ini rapat tertutup kenapa harus di ruang terbuka yang siapa saja bisa mengakses semua pembicaraan. Sayang sekali pak Pjs sangat welcome dengan tugas media tapi dia (mingkid) sangat sangat mengecewakan,” sembur massie.

Pelecehan tugas jurnalistik ini mengundang reaksi keras seluruh anggota Forum Jurnalis Biro (Forjubir) yang meminta agar Pjs Bupati mengevaluasi kinerja Mingkid ini.

“Kami melihat ini bukan perintah Pjs Bupati, tetapi inisiatif yang bersangkutan, seolah-olah ketakutan sebab ada yang disembunyikan dan takut diberitakan. Tindakan menghalangi tugas jurnalis dalam forum resmi adalah tindakan pelecehan dan arogansi.

“Forjubir Minut dengan tegas mengutuk tindakan arogansi Asisten II Pemkab Minut ini kepada wartawan yang melakukan tugas jurnalistik, dan ini untuk tidak terjadi di masa yang akan datang,” kata Stenly Lumempouw ketua Forjubir Minut.

Author: Admin GN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *