Serap Aspirasi Warga Treman, MJP Laporkan Dana Reses

MINUT, Goldennews – Bertempat di Desa Treman, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (1/12/2020) Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Melky Jakhin Pangemanan (MJP) menggelar kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2020.

Dengan memperhatikan imbauan pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, pelaksanaan reses turut dihadiri konstituen berdasarkan keterwakilan, diantaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan perempuan, kelompok petani, buruh serta aparat pemerintah desa setempat.

Dalam reses tersebut, ada beberapa aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, yakni terkait sinergitas legislatif dan eksekutif, pembangunan infrastruktur jalan sekitar Desa Treman, Kaima, Tumaluntung dan Kauditan yang harus terus diperhatikan karena memiliki banyak potensi pariwisata yang nantinya bisa menunjang perekonomian warga. Kemudian juga terkait dengan ketersediaan pupuk bersubsidi yang langka.

“Selama ini banyak usulan yang mental dan sulit terealisasi karena kadang-kadang terjadi benturan antara legislatif dan eksekutif. Maka alangkah baiknya agar pihak legislatif dan eksekutif bisa membangun sinergitas dan kerjasama yang baik. Carilah titik temu yang berlandaskan kepada kepentingan masyarakat,” kata Brigjen TNI (Purn) Yori Tuwaidan saat menyampaikan aspirasi.

Seperti halnya Brigjen TNI (Purn) Yori Tuwaidan, mantan Hukum Tua Desa Treman Bernard Tuwaidan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada MJP yang dinilai telah menjadi tolak ukur anggota DPRD yang baik, transparan dan benar-benar bekerja untuk masyarakat.

Bernard mengatakan bahwa MJP adalah sosok Ahok dan Jokowi dari Sulawesi Utara. Dan untuk itu, Desa Treman begitu bangga telah memilih dan akhirnya memiiliki anggota DPRD seperti MJP. Selain menyampaikan apresiasinya kepada MJP, dirinya juga (Bernard, red) menyampaikan terkait hasil pertanian dan SDA yang harus lebih lagi diperhatikan.

“Untuk itu, harus ditunjang dengan pembangunan infrastruktur seperti pengaspalan jalan, sehingga nantinya bisa turut menunjang program KEK, yang nantinya akan berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa Treman. Ada banyak putera daerah dari tanah Treman yang sangat potensial untuk di tempatkan di perusahaan-perusahaan di Minahasa Utara,” ucap Bernard.

Sementara itu, Jefri Dengah warga Desa Treman lainnya, saat diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi, dirinya mengatakan saat ini yang menjadi masalah bagi petani adalah tentang langkahnya ketersediaan pupuk subsidi, yang akhirnya membuat para petani harus membeli pupuk non-subsidi yang harganya lebih mahal.

“Saya dan beberapa teman petani saat ini sudah membentuk LSM yang fokus bekerja untuk bidang pertanian, dan ditemukan bahwa ternyata ada banyak kelompok-kelompok tani fiktif yang menerima bantuan dari pemerintah yang berimbas pada berkurangnya bantuan untuk mereka yang benar-benar petani,” ujar Dengah.

Menanggapi semua aspirasi yang telah disampaikan masyarakat, MJP mengatakan akan membawa aspirasi-aspirasi masyarakat ke gedung DPRD dan menyampaikannya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Dia akan berjuang dan mengawal semua aspirasi yang masuk demi kepentingan masyarakat dan daerah.

Dalam reses ini, selain menampung aspirasi dari warga masyarakat yang nantinya akan ditindaklanjuti ke pihak terkait, MJP juga menyampaikan laporan kerja sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

MJP juga menyampaikan beberapa hal, antara lain terkait bidang pendidikan, tentang akan adanya bantuan-bantuan pendidikan berupa Bantuan studi akhir bagi mahasiswa Strata I, II dan strata III.

“Harapannya, semakin banyak masyarakat yang tahu, maka akan semakin membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat yang anak-anaknya berprestasi dan orang tuanya kurang mampu secara ekonomi yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi,” tutur MJP.

Selain itu, MJP juga menyampaikan bagaimana perjuangannya menyuarakan penyerapan tenaga kerja lokal di perusahaan-perusahaan yang ada di Sulawesi Utara serta upah yang harus dibayarkan perusahaan tidak boleh berada dibawah UMP Sulawesi Utara.

“Hal ini akan terus saya kawal demi kesejahteraan dan terakomodirnya putra-putri daerah,” pungkasnya.

Adapun anggaran atau dana reses DPRD Provinsi Sulawesi Utara adalah sebagai berikut :

  • Dana Reses yang disiapkan bagi setiap Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Rp. 45.000.000 (Anggaran diserahkan kepada Staf Pendamping) dengan rincian :
  • ATK Rp. 1.000.000
  • Belanja Cetak Rp. 500.000
  • Belanja Penggandaan Rp. 500.000
  • Belanja Makan Minum Kegiatan Rp. 37.000.000 (Termasuk Pajak)
  • Jasa Sewa Tempat/Ruangan Rp. 6.000.000 (Termasuk Pajak)

Setiap Anggota DPRD juga mendapatkan Uang Tunjangan Reses Rp. 12.750.000 (Sudah dipotong PPh 15%) dan Uang Perjalanan Dinas dalam daerah Rp. 500.000 (Daerah Minahasa Utara dan Bitung) serta uang representasi Rp. 350.000 setiap turun ke Daerah Pemilihan dalam agenda Reses.

Sebagai bentuk transparansi terhadap publik, pada reses yang digelar MJP hari ini di Desa Treman Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, dirinya membeberkan anggaran yang telah digunakan. Anggaran tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Belanja Makan-minum
    Rp. 42.500 × 350 Kepala = Rp. 14.875.000
  2. Sewa Kursi
    Rp. 2.500 x 350 Kursi = Rp. 875.000
  3. Sewa Sound System = Rp. 800.000
  4. Sewa Tenda
    Rp. 350.000 x 2 buah = Rp. 700.000
  5. Belanja cetak (Baliho) Ukuran 2×3
    Rp. 25.000 per meter x 6 m = 150.000

Total : Rp. 17.400.000

Author: Rein

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *