Ini Kata Kepala BPN Minahasa Terkait Persoalan Lahan HGU Eks PT Gunung Batu Sea

MINAHASA, Goldennews.co.id – Persoalan yang terjadi di lahan HGU eks PT Gunung Batu Sea yang terletak di perkebunan Nomor Dua Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, antara petani penggarap dan keluarga Frans Bangkang, ditanggapi Kepala Kantor BPN Minahasa.

Kepada awak media, Kepala Kantor BPN Minahasa Alex Wowiling mengungkapkan, jika memang ada masyarakat yang merasa berhak, baik pihak ahli waris keluarga Bangkang, tentunya sebagai masyarakat yang taat hukum, ada jalur hukum.

“Sebagaimana yang saya dengar pernyataan dari Hukum Tua itu juga bahwa, bisa dilaporkan lewat peradilan, cari kejelasan kepemilikan seperti apa nanti yang akan diputuskan pengadilan, kita tunduk di situ. Prosedurnya seperti itu. Dan, di BPN juga tidak melayani permohonan pemberian sertifikat apabila masih ada persoalan di lapangan. Harus diselesaikan dulu. Aturannya seperti itu. Clean and clear, baru bisa masuk di BPN untuk diterbitkan sertifikat. Jadi, saya kira statement ini untuk seluruh masyarakat, ya, kebetulan berada di tanah warisan di bekas PT Gunung Batu itu,” ungkap Wowiling saat diwawancarai awak media, Kamis (4/3/2021) di ruang kerjanya.

Disarankan Wowiling, bagi masyarakat yang memiliki tanah di lahan HGU eks PT Gunug Batu Sea, sudah boleh memberikan data-data kepemilikan ke BPN, agar pihaknya bisa mendudukkan data.

“Sebaiknya bagi masyarakat yang memiliki tanah di situ, sudah boleh memberikan data-data kepemilikannya ke BPN. Karena ini memang sudah ada beberapa case (kasus) yang terangkat untuk kami kompilasi, supaya kami bisa mendudukkan data itu di bilangan mana,” sarannya.

“Mana tahu kita bisa merekontruksi kembali pembagian itu, di mana yang 12 Ha, di mana yang kepemilikan masyarakat, di mana yang kepemilikan pemerintah. Nah itu kalau sudah ada data-data dari masyarakat pegang mengenai pembagian atau apa itu, tolong diberikan kepada kami supaya kami bisa mengkompilasi itu, menyusun itu, mencari kebenaran posisi yang diinginkan oleh bekas pemegang yang ahli waris ini. Mungkin itu saran kami, agar supaya kami bisa di bantu. Karena sudah tiga atau empat permohonan di situ yang terpending karena masalah-masalah ini,” pungkasnya.

Author: Tim redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.