Jems Tuuk Suarakan Aspirasi Petani Beras Bolmong di Paripurna LKPJ Gubernur TA 2020

MANADO, Goldennews.co.id – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) TA 2020 diparipurnakan.

Bertempat di ruang paripurna DPRD Sulut, rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Fransiscus Silangen dan dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Pimpinan dan Anggota DPRD lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Anggota DPRD Sulut Julius Jems Tuuk menyuarakan penolakan impor beras. Ia menyampaikan, ketika berada di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), mendapat masukan dari para petani padi dan beras.

“Mereka (petani, red) menyampaikan tolong sampaikan kepada Bapak Gubernur dan pimpinan DPRD Sulut bahwa berterima kasih atas dukungan pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut untuk petani padi dan beras yang maksimal, tetapi ketika panen melimpah tiba-tiba negara melakukan impor beras,” terang Tuuk, Senin (29/3/2021).

Menurutnya Tuuk, import beras akan memberikan dampak pada penumpukan beras dan secara otomatis harga akan menurun. Jadi hal ini memicu kekhawatiran para petani dan pengusaha.

“Mereka sampaikan kepada saya, tolong sampaikan berita ini kepada Bapak Gubernur agar Pemprov Sulut menolak impor beras,” ungkap legislator daerah pemilihan (Dapil) Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini.

Dikatakan Tuuk, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, mempunyai visi berdikari dalam bidang ekonomi dan memiliki salah satu misi mewujudkan kemandirian di bidang ekonomi dengan memperkuat bidang pertanian.

“Jangan sampai pak Gubernur berusaha mendorong petani di Sulut, terlebih khusus di BMR menanam padi tapi negara ini panen di Vietnam dan Thailand. Itu yang menjadi kekhawatiran petani di Bolaang Mongondow yang notabene mereka sangat mencintai Bapak Gubernur,” pungkasnya.

Author: Tim redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.