Jelang Bulan Suci Ramadhan, Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK,MSI Gelar Pertemuan Antara Imam-Imam Mesjid Kecamatan Dimembe Dan Talawaan

Minut – Goldennews.co.id – Menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri Kapolres Minahasa Utara (Minut) AKBP Grace Rahakbau SIK, MSI Gelar Pertemuan Antara Tokoh Agama atau Imam Mesjid Se-Kecamatan Dimembe dan Talawaan yang bertempat Di Polsek Dimembe, pada Jumat (9/4/2021).

Dalam Pertemuan Antara Tokoh Agama atau Imam Mesjid Se-Kecamatan Dimembe dan Talawaan, Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK, MSI didampingi Kasat Reskrim Minut AKP Fandi Ba’u SIK, Kapolsek Dimembe IPTU Fadhly Alamri S.Tr.K, Plt. Danramil Dimembe Peltu Alexander Budiman dan Camat Dimembe Ansye Dengah.

“Kami Polres Minahasa Utara (Minut) menjelang Bulan Suci Ramadhan pada tanggal 13 April 2021per kecamatan mengumpulkan para imam, para ketua-ketua mesjid di wilayah kita yang terbagi dalam 9 kecamatan dalam wilayah minut dengan lima (5) Polsek. Dimana Kapolres, Kapolsek, Danramil, Camat serta bersama para imam mencari solusi bagaimana baiknya pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan Yang luar biasa antusiasnya para umat muslim tetap menerapkan protokol kesehatan. Artinya Sholat Tarawih yang dilaksanakan kurang lebih 1 bulan itupun harus menerapkan protokol kesehatan.” Tutur Kapolres Rahakbau

Kemudian mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, maka kami semuanya menuangkan dalam satu kesepakatan Antara para imam dengan TNI/ Polri serta pemerintah kabupaten Minahasa Utara sehingga hal ini dapat menjadi pedoman, himbauan, Kepada seluruh masyarakat muslim di wilayah Kabupaten Minahasa Utara dalam menjalankan Ibadah Puasa yang memang menerapkan protokol kesehatan dan memberikan dampak yang baik guna pencegahan penyebaran Virus Covid -19 di wilayah minut. Jelas Kapolres Rahakbau

“Untuk itu, kesepakatannya penerapan protokol kesehatan yang tentunya anjuran pemerintah boleh melaksanakan Sholat Tarawih dan Sholat Idul Fitri tetapi kita harus melihat daya tampung dari mesjid tersebut. lima puluh persen jamaah harus hadir kemudian jaga jarak tetap diterapkan, memakai masker harus tetap dilakukan, karena Kapolsek, Danramil serta Camat harus mampu bekerjasama dgn para imam membantu untuk membuat batas-batas didalam mesjid kemudian membuat tempat untuk mengantri ambil Air Wudhu, memberikan himbauan-himbauan positif sehingga semua jamaah yang hadir benar-benar mereka mematuhinya. Ini pun untuk kebaikan jamaah-jamaah sendiri bukan untuk hal-hal lain.” Ucap Kapolres Rahakbau

Sementara, untuk anak-anak khususnya yang sepuluh tahun kebawah dianjurkan untuk tidak dibawah pada saat sholat tarawih maupun sholat Idul Fitri nanti. karena kemungkinan mereka akan lari didalam mesjid yang mungkin akan menganggu khusuknya ibadah dan kadang mereka juga sulit menggunakan masker. Dan kemudian untuk mesjid yang daya tampungnya kurang besar sesuai kesepakatan boleh menggunakan beberapa rumah dari masyarakat yang punya daya tampung yang baik perkorwil sehingga bisa melaksanakan sholat Tarawih bersama-sama, sementara untuk daya tampungnya sangat kecil itu akan dibagi misalnya 90 KK akan dibagi tiga puluh tiga puluh dengan jadwal yang ditetapkan oleh imam disemua mesjid tempat-tempat tertentu. Ini memberikan dampak yang baik agar semua boleh melaksanakan sholat tarawih tapi tetap melaksanakan protokol kesehatan demi kebaikan bersama. Ujar Kapolres Rahakbau

Ditambahkan Rahakbau, Dan untuk Sholat Idul Fitri (Sholat It) tetap tidak boleh secara bersama-sama ditampung dalam satu mesjid serta tetap berdasarkan batas-batas yang sudah ada dan boleh menggunakan lapangan ataupun badan jalan yang tentunya semua berdasarkan anjuran para imam mesjid.

“Serta untuk oprasi penertiban miras kami menghimbau untuk seluruh tokoh-tokoh agama, tokoh adat, mastarakat yang ada diseluruh kabupaten Minahasa Utara, tolong berikan masukan pada kami serta informasi pada TNI/Polri dan Pemerintah Daerah adanya kira-kira orang-orang yang menampung miras dirumah atau di salah satu bangunan yang diketahui ulama, pendeta, tokoh masyarakat dan tokoh adat sampaikan pada kami dan intinya akan kami tindak keras dan akan disita miras yang mereka kandangi atau simpan karena itu akan membahayakan masyarakat maupun memberikan dampak baik bagi kriminalitas dan kami akan olah miras tersebut menjadi handsanitizer untuk kami sampaikan/bagikan pada masyarakat kembali.” Kunci Kapolres Rahakbau

(Lan)**



Author: Admin GN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *