Rekomendasi DPRD Terhadap LKPJ Gubernur Sulut Tahun 2020, Wowor : Ada Ratusan Catatan Krusial

MANADO, Goldennews.co.id – Rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020 diparipurnakan.

Ada banyak catatan-catatan strategis yang berisikan saran, masukan serta koreksi terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan hasil pelaksanaan tugas pembantuan juga penugasan yang telah disampaikan dalam rapat paripurna tersebut, guna perbaikan penyelenggaraan pemerintahan daerah ke depan.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Rocky Wowor mengatakan bahwa ada ratusan catatan dalam 22 halaman yang telah dibacakan, semua krusial dan penting.

“Ratusan catatan tadi, 22 halaman. Banyak sih krusial, karena semua penting. Apa yang dituangkan dalam laporan DPRD, 22 halaman penting semua,” kata Wowor saat konferensi pers usai rapat paripurna Penyampaian Keputusan DPRD Tentang Rekomendasi DPRD atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Utara tahun 2020, Selasa (11/5/2020).

Untuk daerah kepulauan sendiri, Wowor menerangkan, ada yang mengusulkan jalan Lirung di daerah Kabupaten Talaud.

“Nah, bicara soal kepulauan, ada teman-teman kita di daerah kepulauan, mengusulkan untuk jalan Lirung. Di mana, jalan yang di daerah Kabupaten Talaud, itu bagian dari jalan provinsi. Jadi, kami mengusulkan, tadi pak Gubernur sudah menjawab,” terangnya.

Terkait persoalan Anjungan Sulut di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Wowor menjelaskan, LKPJ adalah membahas anggaran tahun 2020.

“Jadi, kami membahas tahun anggaran 2020. Perlu teman-teman ketahui, tahun 2020 tidak ada penganggaran sama sekali di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), diakibatkan ada dua kali gagal tender. Kenapa dua kali gagal tender? Jakarta waktu itu lockdown, sehingga tidak ada pekerja. Dan setelah dua kali di tender tidak ada yang berminat. Jadi, untuk tahun 2020 tidak ada dana yang masuk ke Taman Mini Indonesia Indah. Oleh karena itu, tidak dibahas berkelanjutan di pembahasan LKPJ,” jelasnya.

“Hanya menjadi saran kita bahwa ke depan, ketika di tender, diharapkan itu kualitas terjaga dan terlaksana dengan baik,” ujar Wowor.

Author: Tim redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.