Oknum Perwira Polisi Ini Diduga Ancam Pria Asal Desa Sea Tumpengan Lewat Telepon

MINAHASA, Goldennews.co.id – Oknum perwira polisi berinisial RB diduga melakukan pengancaman terhadap lelaki bernama VI warga Desa Sea Tumpengan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa.

Bukan hanya mengancam, oknum polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) yang bertugas di salah satu Lembaga Pemerintah Non Kementerian di Kota Manado ini, diduga mengajak duel lelaki VI tersebut lewat telepon seluler.

Dugaan pengancaman tersebut bermula saat VI bersama rekan-rekannya sedang istirahat makan siang dikediamannya usai memasang baliho di lokasi lahan milik dari majikannya yang berada di wilayah Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa.

Menurut pengakuan VI, ketika itu ia sedang makan, tiba-tiba oknum polisi RB menelepon dirinya dengan nada marah.

“Ini komandan ba telepon pa kita, marah-marah lantaran torang ada ba pasang baliho di lokasi lahan pa torang pe bos. Dia ba marah karena itu lahan, bukang torang pe bos punya kata. Tapi yang punya itu, perusahaan yang dia pe pimpinan perusahaan itu, dia pe papa. Padahal, so tau-tau dia pe papa pe perusahaan itu so nda ada hak di lahan itu karna so dari taon 86 so berakhir dorang pe masa kontrak HGU. Abis itu mo mangaku-mangaku dorang punya (Komandan menelepon saya, marah-marah karena kami memasang baliho di lokasi lahan milik majikan kami. Dia marah karena lahan itu bukanlah milik majikan kami, melainkan milik perusahan yang dipimpin ayahnya. Padahal, perusahan tersebut sudah tidak ada hak lagi di lahan itu karena sudah sejak tahun 1986 masa kontrak Hak Guna Usaha mereka berakhir. Setelah itu, mengaku-ngaku milik mereka),” aku VI.

Kepada awak media, VI menuturkan bahwa, RB menantang dirinya untuk adu fisik.

“Malahan tare, dia undang ba bakalae pa kita. Dia pangge pa kita ka lokasi lahan itu kong bawa deng kita pe peda. Kong dia bilang, kalu kata kita banci, jangan datang ba macam-macam di lokasi itu. Kalu sampe dia dapa riki, awas kata kita. Ada kwa dia pe rekaman pa kita waktu torang dua ada baku telepon tadi itu (Bahkan, dia mengundang saya berkelahi. Dia mengajak saya ke lokasi tersebut dan bawa parang. Terus, dia mengatakan kalau saya banci, saya jangan datang untuk macam-macam di lokasi itu. Kalau sampai dia dapati saya di lokasi itu, awas. Ada rekamannya pada saya waktu kami berdua saling telepon tadi),” kata VI, Kamis (30/12/2021).

Diketahui bersama, dari hasil rekaman percakapan antara VI dan oknum polisi RB, media ini mendapati ada kata-kata yang diduga memprovokasi, ajakan duel, serta ada dugaan ancaman yang dilontarkan oleh oknum polisi tersebut.

Author: Tim redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.