Miliki Gelar Magister, Ressy Rakian Tidak Minder Jualan Daging Dipasar

Manado, Goldennews.co.id — Ressy Jesika Rakian, Itulah nama lengkap dari wanita kelahiran Manado 2 Januari 1991.

Alumni SMA Negeri 1 Manado Ini, Menyelesaikan Jenjang Pendidikan S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNSRAT, sedangkan studi Magisternya di Universitas WR Supratman, Surabaya Tahun 2015, Ressy berhak menyandang gelar “Msi” dalam bidang Administrasi Negara.

Memiliki gelar S2 tidak membuat Ressy menjadi sombong atau merasa berkelas, namun dengan title yang dimilikinya justu membuat dirinya lebih percaya diri dengan banting stir menggeluti bisnis perdagangan daging babi.

Wanita energik ini mengatakan tidak merasa malu saat berjualan di pasar, malahan dirinya membantu pemerintah Kota Manado membuka lapangan pekerjaan untuk para pengangguran yang membutuhkan pekerjaan. “kita nyanda malo jual daging babi, justru kita bantu pemerintah, buka lapangan kerja” ucap Ressy Rakian dalam dialek Manado.

Ia juga menambahkan hasil dari berjualan daging babi juga sangat fantastis, bisa setara gaji anggota Dewan bahkan lebih.

“Karna kita Lia ta pe orang tua berhasil dari ba jual daging babi, tambah leh depe penghasilan wooow, kalo torang tekuni bae-bae depe gaji setara deng anggota dewan. Jadi anggota hewan nda kalah depe gaji deng anggota dewan,” Canda Ressy dalam pesan singkatnya, Sabtu (12/2/22).

Wali Kota Manado Andre Angouw sangat mensuport dengan usaha yang dijalani Ressy.

“Saya melihat Ressy sangat ulet dan memiliki jiwa bisnis yang besar, dan pekerja keras. Saya pribadi mensuport ressy dalam bisnis ini,” ungkap Angouw dalam pesan singkatnya via WhatUpp.

Begitu juga Wakil Wali kota Manado Richard Sualang yang sangat mendukung bisnis jualan daging babi yang dimiliki Ressy.

“Saya pribadi sangat mengapresisasikan ushha yang dikerjakan ressy karena bisa membuka lapangan pekerjaan bagi anak muda yang ada di manado,” ungkap Sualang.

Jesika mengajak bagi para pejuang AARS yang membutuhkan daging babi bisa langsung datang ke pasar pinasungkulan tepatnya di kamar daging, pasti akan langsung bertemu dengan dirinya.

“jadi para pejuang AARS kalo mo perlu daging babi jang lupa bili pa kita eee, datang jo di pasar pinasungkulan tepatnya di kamar daging, pasti langsung mo baku dapa deng kita,” Canda Ressy Rakian mengakhiri perbincanggan ini. (Fransisca Salu)

Author: Tim redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.