Sidang ke-6 Class action Alma Sea, Kountul : BPD Menyatakan Sikap Menolak dan Langsung Menyurat Ke Pihak Terkait

Manado, Goldennews.co.id – Ada kata-kata bijak mengatakan ‘Kebenaran akan selalu mencari jalan untuk mengungkapkan dirinya’.

Mungkin hal itu lah yang terjadi atas gugatan Class Action masyarakat Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa atas pengrusakan ekosistem ‘Hutan Mata Air Kolongan’.

Pada sidang lanjutan Kamis (17/3/22) Kemarin dengan agenda memasukkan jawaban dari para tergugat yang belum sempat memasukkan pada sidang sebelumnya.

Menariknya pada egenda tersebut turut tergugat II yakni Badan Permusyawartan Desa (BPD) ketika menyampaikan isi jawaban tim media ini mengutip sedikit tentang dimana BPD telah melakukan langkah serta sikap kongrit dengan beberapa poin.

Salah satu poin penting ternyata pembangunan Perumahan Lestari V oleh PT.Bangun Minanga Lestari (BML) belum memiliki ijin. Selain itu juga pihak turut tergugat II menyatakan sikap kepada Hukum Tua selaku Mitra kerja di Desa bahwa tidak setuju dengan kebijakan beliau yang menyetujui pembangunan perumahan Lestari V oleh PT.BML.

Point penting lainnya ialah ketika mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada pengeboran air tanah di daerah sepadan mata air kolongan. Turut tergugat II langsung meninjau lokasi dan benar sudah ada pengeboran dan telah memiliki ijin.

Untuk turut tergugat II langsung menyatakan sikap menolak dan menyurat kepada Hukum Tua Desa Sea, Camat Pineleng, PTSP, bahakan Bupati Minahasa serta Asisten I.

Ketua BDP James Kountul Saat membacakan jawaban dari Turut Tergugat II

Menyikapi atas jawaban yang diberikan oleh turut tergugat II. Kuasa Hukum Aliansi Masyarakat (ALMA) Desa Sea Noch Sambouw menerangkan dimana menyikapi hal ini ada langkah-langkah konkrit yang diambil oleh Ketua BPD karena ada beberapa anggota yang sepakat dengan masyarakat.

“Namun, ada juga yang bersebrangan jalan termasuk wakil ketua BPD. Jadi, dalam penjelasan tadi sudah sangat jelas dimana BPD Desa Sea tidak menyetujui atau melarang adanya pengrusakan sebagian tanah ‘Hutan Mata Air Kolongan’,” jelasnya.

Jadi, sebagai penggugat yang diberikan kuasa oleh masyarakat Desa Sea dalam setiap kali sidang yang digelar sudah semakin jelas arah dan tujuan gugatan kami. Kedepan proses persidangan berjalan sesuai dengan harapan dan aturan.

“Untuk sidang lanjutan akan dilaksanakan pada minggu depan tanggal 24 Maret 2022 dengan agenda pihak penggugat akan memberikan replik atas jawaban yang diberikan oleh pihak tergugat. Tapi melihat semua jawaban yang diberikan oleh para tergugat dan turut tergugat kami sudah bisa melihat bahwa tanah objek sengketa satu dan dua adalah bagian dari ‘Hutan Mata Air Kolongan’,” timpal Sambouw. (Fransisca Salu)

Author: Tim redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.