Termotivasi Sosok Kartini, Ike Masita Tunas Ike Ingin Bermanfaat untuk Orang Banyak

                                          

Sofifi, goldennews.co.id-Habis Gelap Terbitlah Terang. Di buku yang ditulisnya itu, RA Kartini menuangkan gagasan yang menyentikkan semangat kaum perempuan untuk berkarya. Buku tersebut menginspirasi banyak perempuan,salah satunya Ike Masita Tunas. Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Karya Persatuan (PKP) Maluku Utara (Malut) itu menyebut banyak perempuan Indonesia menduduki jabatan penting saat ini karena perjuangan dan dobrakan R.A Kartini.

“Kartini itu sosok yang luar biasa. Ia pelopor emansipasi,” ujar wanita cantik ini kepada wartawan di Sofifi.

Melalui buku yang ditulisnya, Kartini menurut Ike  mengingatkan pentingnya ide, gagasan dan keberanian serta kesungguhan hati dalam pengabdian untuk bangsa.

Ike Masita Tunas (Foto: dok pribadi)

“Buku Habis Gelap Terbitlah Terang mengingatkan kita semua, agar setiap orang memiliki hak dan kesempatan yang sama. Jangan ragu melangkah, harus percaya diri menyampaikan gagasan untuk kemajuan bangsa. Kita berkarya sesuai kompetensi masing-masing,” ucap wanita berhijab ini.

Terinspirasi dan termotivitasi sosok Kartini, pengusaha sukses ini bersedia meninggalkan zona nyaman untuk terjun ke dunia politik. Tujuannya untuk mengabdikan diri sepenuhnya buat masyarakat. Ia mau memakai lidah dan mulutnya untuk kepentingan orang banyak.

Keputusan itu awalnya dipertanyakan sejumlah kerabatnya mengingat Ike sudah hidup mapan. Bahkan ada yang menyarankan agar pimpinan DPD SPSI Malut ini mengurangkan niatnya. Bukan apa-apa, mereka tak ingin Ike susah atau terjebak dalam permainan politik yang merugikan dirinya.

Namun, ia tak tergoda. Tekad dan niatnya sudah bulat.“Saya ingin berbuat selagi bisa. Bermanfaat bagi banyak orang dalam hidup merupakan kebahagian tiada taranya,” ucapnya.

Panggilan mulia itulah yang menjiwai gerak dan pergaulannya di masyarakat. Ia berkeliling Malut. Masuk dari kampung ke kampung, berlayar dari pulau ke pulau dan singgah di sejumlah tempat, Ike menyapa warga dari berbagai golongan. Berbagai keluh kesah warga yang dijumpai menjadi catatan pergerakannya.

Perjumpaan dengan banyak kalangan itu makin menguatkan hatinya untuk berkecimpung di panggung politik. “Upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat akan lebih mudah dan efektif jika masuk dalam sistem. Itu sebabnya saya mau menceburkan diri di dunia politik,” Ike berkisah.

Wanita enerjik ini awalnya bergabung dengan Partai Hanura. Di partai besutan Wiranto itu, Ike menunjukkan kepiwaiannya. Tak hanya mendapat kepercayaan sebagai Ketua DPD Hanura Malut, Ike juga sukses menyegel satur kursi DPRD  Provinsi (Deporv) Malut periode 2009-2014.

Di rumah rakyat Malut tersebut, ia memperlihatkan kinerja ciamik. Walau bukan dari partai besar, Ike mampu mewarnai rapat dan berbagai kegiatan di Deprov Malut. Ia juga sangat getol memperjuangkan aspirasi yang dititipkan masyarakat kepadanya.

“Di Deprov Malut, Ike bekerja lintas fraksi dan komisi. Ia wakil rakyat yang benar-benar merakyat dan bekerja dengan sepenuh hati untuk kepentingan orang banyak,” kata Munir, salah satu aktivis pemuda Malut.

Sayang kondisi politik kadang tak menentu, termasuk di internal Hanura. Dualisme kepemimpinan di pusat berimbas sampai ke daerah. Situasi ini tentu menghambat langkah sejumlah kadernya dalam berkarya. Ike salah satunya.

Ia pun kemudian memilih pinangan Partai Berkarya. Di partai baru tersebut, ia juga didapuk sebagai Ketua DPW Malut. Tapi partai ini juga terbelah di pusat. Imbasnya pun terasa sampai ke daerah. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan politisi yang membutuhkan dorongan partai dalam melahirkan karya-karya nyata untuk masyarakat.

Ike dan sejumlah kader lainnya memilih menepi. Sampai kemudian tawaran datang lagi untuk bergabung dengan Partai Keadilan Persatuan (PKP). Seperti di dua partai sebelumnya, di PKP juga ia diberi kepercayaan sebagai Ketua DPW Malut. Kepercayaan itu melahirkan konsekuensi besar. Konsekeunsi untuk makin mendekatkan PKP dengan masyarakat sampai di tingkat lingkungan. Konsekeunsi yang sebenarnya pas dengan kiprah Ike yang selama ini rajin turun dan berkeliling menyapa warga. Ia seperti tak kenal lelah mengupayakan yang terbaik bagi Malut, provinsi yang ia cintai.

“Ibu Ike mewarisi semangat Kartini. Ia tidak pernah pamrih dalam menolong sesama. Ia pun aktif menyuarakan kesetaraan gender dan tak jemu mengajak perempuan Malut untuk berkarya di berbagai sektor,” ujar Juventus Wee, pengamat politik dan pendidikan asal Kei.

Dengan kapasitas, kerja keras dan kesungguhannya bekerja untuk rakyat itu, banyak kalangan memprediksi PKP di tangan Ike akan menjadi partai yang disegani di Malut. “Gebrakannya di tengah masyarakat luar biasa. Ia juga diterima dan dicintai semua kalangan. Di Malut, PKP bakal berjaya di tangan Ibu Ike,”  kata Ridwan Manuri, mahasiswa asal Malut.

Prediksi ini pastinya baru akan terjawab pada pesta demokrasi 2024 nanti. Satu yang pasti Ike akan menabur kebaikan dan berbuat selagi bisa untuk orang banyak. (yuk/ibc)

Data Diri

Nama                    : Ike Masita Tunas

Tempat/Tgl Lahir : Langowan 15 Maret 1970

Organisasi/Parpol

  1. Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (PKPI) Malut, 2018-sekarang
  2. Ketua Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI), 2012-sekarang
  3. Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Malut, 2019-sekarang
  4. Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Malut…..-sekarang
  5. Ketua Federasi Serikat Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat

Pekerja Seluruh Indonesia (FD FSO KEP SPSI) Malut

  1. Ketua DPW PKP Malut, 2021-sekarang

 

 

 

 

 

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.