Semarak Banteng Ride and Night Run 2022, Tenaga Didik dan Siswa Pulau Terluar Terima Bantuan 1000 Unit Sepeda Serta 2000 Pasang Sepatu

Goldennews.co.id, Minahasa Utara — Memperingati Hari Ulang Tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (HUT PDIP) Ke-49 dan Bulan Bung Karno berbagai kegiatan pun dilakukan disetiap daerah oleh partai berlambang kepala banteng. Sabtu (11/6/22) bertempat di JG Center Kabupaten Minahasa Utara pada kegiatan bertajuk Banteng ride dan night run 2022 melaksanakan Tour D’Likupang berjarak tempuh 130 KM dan Trap De’Minut sejauh 30 KM.

Tour D’Likupang dilepas oleh Bupati Minut Joune Ganda sedangkan untuk Trap De’Minut dilepas oleh Sekejen PDIP Hasto Kristiyanto yang dikuti oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Olly Dondokambey-Steven Kandouw serta kepala-kepala Daerah lainnya.

Usai melakukan Trap De’Minut Sekjen Hasto yang didampingi Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga Eriko Sotarduga, Wagub Steven, Bupati Minut Joune Ganda, Ketua DPRD Minut Denni Lolong, Wakil Ketua Panitia HUT PDIP, Walikota dan Wakil Walikota (Wawali) Bitung Maurits Mantiri-Hengki Hunandar, Bupati Sitaro Evangelian Sasingen dan mantan Bupati Sitaro Tonni Supit mengadakan konferensi pers.

Hasto mengatakan kegiatan saat ini diadakan di setiap daerah biaya pendaftarannya dipakai untuk dibelikan bantuan sepeda dan sepatu kepada tenanga pendidik dan siswa yang berada di pulau terluar.

“Biaya pendaftaran dari setiap wahana permainan bahkan lomba-lomba yang adakan itu di kumpul untuk membelikan sepeda dan sepatu, bantuan ini khusus untuk Guru dan Siswa di pulau terluar. Karena Sulut yang berdampingan dengan negara tetangga Filipina. Sebenarnya geopolitik Bung Karno Indonesia itu sampai ke Filipina namun berdasarkan sidang BPUPKI 11 Juli 1945 Filipina sudah merdeka kita harus menghormati kemerdekaan tersebut dan hanya perlu membangun komunikasi baik dengan mereka sebagai negara tetangga,” jelasnya.

Jadi, di HUT Ke-49 ini PDIP akan memberikan bantuan 1000 unit sepeda dan 2000 pasang sepatu kepada mereka yang berada di pulau terluar atau paling berdampingan dengan negara tetangga sebagai bentuk dukungan bagi mereka untuk terus meningkatkan SDM,” sambungnya.

Disisi lain Sekjen Hasto juga menceritakan sedikit mengapa Bulan Juni itu disebut atau ditetapkan sebagai Bulan Bung Karno. Ia menjelaskan, 6 Juni 1901, merupakan hari lahirnya Bung Karno yang konon katanya Putra sang fajar pada kosmologi dikatakan seorang pemimpin besar lahir 100 tahun sekali.

“Selain itu pada 1 Juni 1945 merupakan Pidato Pancasila pertama Bung Karno yang merupakan dasar negara kita dan pada 21 Juni 1970 adalah hari dimana Bung Karno wafat sehingga karena hari-hari penting terjadi di bulan Juni oleh sebab itu bulan Juni Ditetapkan sebagi Bulan Bung Karno,” bebernya.

“Saya berharap Sulawesi Utara dapat mampu terus mengembangkan SDM agar nantinya dapat menghasilkan Bung Karno yang baru,” tambahnya.

(Advetorial/Fransisca Salu)

Author: Tim redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.