Bakornas dan Walhi,Seriusi Akibat Pembuangan Limbah PT TMC,Persoalan Matinya Mangrove dipesisir pantai desa Teep

MINSEL-goldennews.co.id-Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulut Theo Runtuwene SH, MH saat di temui dan di wawancara langsung awak media ini di ruang kerjanya terkait dugaan pengrusakan hutan bakau atau pohon mangrove di pesisir pantai desa Teep kecamatan Amurang Barat, Senin 13/06/2022

.
“Theo berjanji akan menindaklanjuti persoalan ini secara serius, saya memastikan akan mengusut dan bahkan membawah persoalan ini ke ranah hukum, jika di lihat dari beberapa bukti yang ada maka kerusakan ini sangat fatal dan memprihatinkan, “ujarnya

“Runtuwene menambahkan, hutan mangrove adalah salah tertinggi atau paling di lindungi keberadaannya, baik Indonesia apalagi di dunia atau internasional, kami akan melakukan upaya hukum terkait persoalan ini dan jika terbukti maka tentu konsekuensi hukumnya adalah kegiatan industrinya di tutup dan pelakunya akan menerima sangsi hukuman sesuai perbuatan mereka, “tutup Direktur WALHI Sulut.

“Di tempat yang sama ketua LSM BAKORNAS Sulut Noldy Poluakan mengatakan bahwa persoalan ini akan kami kawal hingga ke APH, termasuk kejaksaan dan GAKUMDU pengawasan dan penindakan pelaku kejahatan lingkungan, “ujar Noldy

“Lanjut Poluakan, menambahkan agar dinas terkait jangan coba main mata atau terima suap lalu membiarkan hal ini terjadi dan kami melihat ada aroma kong kalikong sehingga persoalan kerusakan mangrove yang di duga kuat akibat buangan limbah cair PT TMC di biarkan, “tutup Nopol

“Salah seorang masyarakat yang tinggal di seputaran perusahan yang namanya tidak mau di publish mengatakan, saya sangat setuju agar hal ini di tindak secara hukum, karena bukan hanya limbah cair juga yang bermasalah dengan kegiatan industri PT TMC tapi limbah udaranya juga berupa asap dan bau busuk menyengat jika lagi proses industri,” Paparnya kesal

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.