Aktivis LSM Pertanyakan Higienitas Segaran Sari

MANADO-Higienitas Bis Segaran Sari (BSS) dipertanyakan banyak kalangan, tak terkecuali  aktivis LSM Terry Umboh. Ini karena manajamen tak pernah mau terbuka kepada publik tentang pengelohan minuman yang diproduksi dekat Pasar Tuminting itu.

Bir Segaran Sari (BSS) adalah salah satu minuman keras (miras) beralkohol yang cukup laris di Sulawesi Utara (Sulut). Tapi, berbagai kalangan mempertanyakan higienitas minuman yang diproduksi dekat Pasar Tuminting itu.

“Setahu kami BSS diolah i bawah tanah. Bahan apa yang digunakan, penampungannya seperti apa, cara pengolahannya bagaimana harus disampaikan ke publik.Tanpa ada klarifikasi, masyarakat akan terus bertanya higienitas dari minuman ini,’ kata aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Terry Umboh kepada wartawan di Manado, Selasa (10/10/2018).

Pria yang gemar bediskusi ini memaklumi munculnya pertanyaan-pertanyaan seperti itu mengingat BSS dikonsumsi banyak orang. “BSS tertutup untuk publik. Harusnya minuman atau makanan yang dikonsumsi banyak kalangan itu  terbuka untuk publik,” ujarnya.

Terry dan kawan-kawan pernah mencoba menyambangi pabrik BSS, tapi tak diterima oleh manajemen. “Jawabannya, bos selalu sibuk. Manajemen BSS tidak mendukung undang-undang informasi keterbukaan publik,” ucapnya.

Ia pun meminta BPOM, Bea Cukai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta instansi terkait lain, termasuk kepolisian untuk melakukan inspeksi mendadak atau sidak di Pabrik BSS. “Higienitas sangat penting dalam pengolahan produk makanan dan minuman karena berkaitan dengan derajat kesehatan manusia. Jadi tolong ini menjadi perhatian instansi terkait,” ucapnya.

Ia juga berharap DPRD Manado melakukan dengar pendapat dengan manajemen Pabrik Segaran Sari dan instansi terkait. “Harus ada pembinaan dari pemerintah terhadap pengusaha. Jika nantinya tidak bisa dibina, ya dibinasakan saja,” ungkapnya.

Sayang sampai berita ini diturunkan, manajemen Pabrik Segaran Sari tak bisa dimintai keterangan. Permohonan temu pers yang diajukan sejumlah jurnalis untuk menanyakan masalah ini tak digubris kendati sudah sekitar satu bulan lamanya. (*ymn)

 

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.