AJI Manado desak Jokowi cabut Kepres 29/2018

Manado – Dunia jurnalis kembali dicederai dengan adanya Keputusan Presiden (Kepres) no. 29 tahun 2018 tentang pemberian remisi terhadap salah satu narapidana otak pembunuhan wartawan di Bali yang sebelumnya oleh hakim diberikan sanksi pidana seumur hidup.

Prabangsa merupakan korban pembunuhan pada Februari 2009 atas suruhan Susrama karena sering mempublikasi dugaan kasus korupsi yang melibatkan salah satu pejabat di Bali kala itu melalui media harian Radar Bali.

Berdasarkan keterangan saksi dan fakta persidangan, Susrama bersama sejumlah anak buahnya dinyatakan terbukti melakukan pembunuhan berencana dan mereka divonis bersalah dengan hukuman yang beragam.

Susrama sendiri oleh Jaksa Penuntut Umum dituntut hukuman mati. Namun oleh hakim diberikan keringanan dengan menjatuhi hukuman seumur hidup.

Di awal tahun 2019 ini, para jurnalis dikejutkan dengan terbitnya Kepres No. 29 tahun 2018 terkait perubahan sanksi terhadap Susrama dengan mengganti hukuman seumur hidup menjadi hukuman sementara.

Lantas Kepres ini menarik perhatian Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Penolakkan hingga desakan pembatalan Kepres disuarakan di seluruh daerah.

Para jurnalis yang sehari-harinya melakukan peliputan ketika ada aksi massa, saat ini terpanggil kemudian turun ke jalan menggelar aksi damai menyuarakan penolakkan dan menuntut Kepres tersebut dicabut.

Jumat (25/1/19) hari ini, AJI kota dan kabupaten yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia menggelar aksi damai secara serentak. Salah satunya AJI Manado yang turun ke jalan dan berorasi di Zero Point, pusat Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Dipimpin langsung ketua AJI Manado, Lynvia Gundhe (Harian Metro) bersama Skeretaris Fernando Lumowa (Harian Tribun Manado) serta puluhan jurnalis menyuarakan rasa kekecewaan mereka terhadap keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

“Tertanggal 7 Desember 2018, Susrama merupakan satu dari 115 terpidana yang mendapatkan keringanan hukuman melalui Kepres tersebut. Ini jelas-jelas mencederai rasa keadilan dan melukai hati jurnalis. Kami meminta Presiden Joko Widodo mencabut kembali Kepres itu,” seru Lynvia. (LeKa)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.