Caleg nebeng program pemerintah bakal ditinggal pemilih

Manado – Menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 17 April 2019 ramai diberitakan dugaan adanya Calon Legislatif (Caleg) yang memanfaatkan program pemerintah guna mendapatkan dukungan masyarakat.

Namun hal itu dinilai akan mengurangi simpati pemilih karena sejumlah alasan yang dianggap masuk akal untuk dipertimbangkan oleh seorang Caleg.

Diungkapkan Sonny Lela, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) yang saat ini kembali maju sebagai Caleg, memanfaatkan program pemerintah justru akan ditinggalkan pemilih.

“Misalkan ada penyaluran bantuan dari pemerintah dengan jumlah warga terbatas, kemudian Caleg tertentu merekomendasi siapa yang akan menerima. Nah disitulah persoalannya. Sudah pasti tidak semua warga di kelurahannya yang dapat direkomendasi dan menerima bantuan itu. Ketika hanya sebahagian kecil warga disitu yang menerima, sudah pasti warga lainnya akan cemburu dan tidak mendukung Caleg itu,” kata Sekretaris Komisi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Kota Manado itu.

Ditambahkannya, proses demokrasi yang setiap tahun terus berubah telah memberikan banyak pendidikan politik bagi masyarakat. Dengan begitu, pemilih akan makin cerdas ketika menilai figur yang layak dipilih untuk duduk sebagai wakil rakyat.

“Pemilih sekarang sudah sangat cerdas. Mereka sudah tau mana yang betul-betul bekerja bagi seluruh masyarakat dan mana yang hanya memanfaatkan program pemerintah untuk kepentingan segelintir warga,” tutur politisi yang akrab disapa Sole ini.

Dengan alasan itulah, kata Sole membuat dirinya tidak terlibat dalam penentuan penerima bantuan yang merupakan program pemerintah.

“Sebenarnya sebagai Sekretaris Komisi Kesra kami bisa memberikan merekomemdasi. Tapi saya sadar itu bukan kewenangan kami. Kami hanya menyetujui program itu melalui persetujuan anggaran besaran bantuan itu. Biarlah pemilig yang menilainya,” pungkasnya. (LeKa)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.