Pengelola MegaMas diduga gelapkan pajak parkir

Manado – Pendapatan parkir di kawasan pusat perbelanjaan terbesar di Sulawesi Utara yakni MegaMas menyerupai pendapatan parkir Pasar Bersehati di Calaca yang setiap harinya sebesar kurang lebih 25 juta.

Sebagaimana dijelaskan Rahman, Manager keuangan PT Mega Jasa Kelola (MegaMas), pendapatan parkir sebesar 25-30 juta sehari dan akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan ketika ada iven yang digelar di kawasan MegaMas.

“Jangan dibadingkan dan dianggap kecil. Tidak semua kendaraan yang masuk itu dipunggut biaya parkir. Karena yang punya ruko atau membuka usaha disini mendapatkan komplemen gratis parkir. Dan jumlahnya mencapai seribuan kendaraan,” kata Rahman, kepada sejumlah awak media, Selasa (13/2/19).

Ia pun saat itu belum bisa menyebutkan secara pasti jumlah kendaraan yang dikenakan jasa parkir pada setiap harinya karena tidak mengantongi data saat bersua dengan wartawan.

“Data kendaraan setiap hari terhapus dari server kami. Karena setiap hari data itu terhapus secara otomatis. Server kami kecil. Jika dipaksakan, takutnya eror dan akan mengganggu sistemnya,” ujar Rahman lagi.

Meski begitu, ia memastikan bahwa pihaknya tidak melakukan penyelewengan pajak parkir karena besaran pajak yang mereka setorkan sudah sesuai dengan jumlah pendapatan.

“Sebelum data di server terhapus, kami print out data itu. Jadi data perhari ada. Kalau di server sudah tidak ada. Dispenda juga sering melakukan uji petik. Pernah ada selisihnya, tapi kami langsung membayarnya. Setiap tahun juga kami di audit BPK. Dan hanya kami yang menggratiskan kendaraan yang masuk dengan durasi kurang dari 8 menit,” pungkasnya. (LeKa)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.